Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang, MM menghadiri perayaan hari Kenaikan Isa Almasi (Yesus Kristus) kesorga yang dilaksanakan oleh Pemuda se-Klasis poso pesisir, tepatnya di alam terbuka desa betalemba, Kec.Poso Pesisir pada hari kamis 13 mei 2010.
Acara tersebut diawali dengan Ibadah bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis klasis poso pesisir Pdt.ML.Moganti, STh. Pemuda jemaat yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari 16 Gereja yakni Pemuda jemaat Betesda kasiguncu, Zaitun betania, Betel toini, Imanuel malitu, Karmel ratolene, Elim masani, Eklesia Pinedapa,Baitani sa’atu, Hosiana pantango lemba, Eben Heizer pada lembara, Elim betalemba, Torsina patiwunga, Gloria tangkura, Anugrah tangkura, Kanaan dewua, Kalfari sangginora..
Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sangat tepat Pemuda klasis poso pesisir memili alam terbuka untuk melakukan kegiatan ini karna dapat menjadi momen untuk mengenang saat- saat terakhir Tuhan Yesus bersama-sama dengan murid-Nya di bukit Zaitun tempat dimana Yesus Naik kesorga yang terdapa t dalam Kisah para Rasul 1:9-12.
Lebih lanjut dalam sambutannya Bupati Poso mengajak para pemuda- pemuda yang ada untuk lebih menyadari makna dari peringatan kenaikan Tuhan Yesus kesorga yang akan membangun Iman karena Iman itu mendatangkan sukacita dan pengharapan bagi seluru umat manusia.
Diakhir Sambutannya, Bupati poso menghimbau bahwa menjelang Pemilukada kiranya seluruh Pemudah serta Masyarakat Kab.Poso akan senantiasa menjaga Kerukunan antar Umat Beragama agar Daerah Kabupaten Poso tercinta ini akan terus Aman, tentram dan Damai.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pemuda Klasis Poso pesisir Cristianus Menono,S.Ip,MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan Program kerja pengurus pemuda klasis poso pesisir. “Mewakili seluruh pemuda yang ada kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah Kab.Poso yang telah turut berpatisipasi serta mendukung kegiatan ini dan kegiatan- kegiatan keagamaan lainnya” tutur ketua panitia pemuda Klasis..
Hadir dalam acara ini Ketua tim penggerak PPK Ibu Elen Inkiriwang Pelealu, para pejabat daerah Kab.Poso, paara Hamba-hamba Tuhan Seklasis Poso Pesisir, para tamu undangan lainya serta hampir seribuan orang anggota pemuda se-klasis Poso pesisir.
Setelah sambutan berakhir acara dilanjutkan dengan Serasehan Pemuda Klasis Poso pesisir, dalam rangka mempersiapkan perayaan hari ulang tahun pemuda GKST ke-61 sekaligus perayaan hari Pekabaran Injil pada bulan Juli tahun 2010.
Kamis, 20 Mei 2010
Pertandingan Futsal Antar Instasi Di Poso
Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM diwakili Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos membuka dengan resmi Poso Futsal Community Cup 2010 antar instansi kabupaten Poso yang diselenggarakan di lapangan bulog Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kamis 13 mei 2010.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Poso mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana kebersamaan dan harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat agar tetap tercipta rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua.
Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan pengembangan Olahraga sebagaii bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia yang ditujukan pada peningkatan kesehatan jasmani dan Rohani warga masyarakat, serta pengembangan prestasi olahraga yang dapat mengembangkan rasa kebanggaan daerah .
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan terima kasih kepada Panitia yang telah bekerjasama dengan Pemerintah mengupayakan terlaksananya kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan di kabupaten poso ini, dengan harapan kiranya kegiatan ini akan berlangsung tertib dan aman.
Menurut Ketua Panitia Sunarto Abdillah peserta futsal terdiri dari 11 klub antar instansi yang ada di Kab. Poso yaitu Humas, Capil,BKD, Pemadam kebakaran, BPKAD, RSUD, Sekretariat umum, DPRD,Peslayanan pajak,Kejaksaan, dan tim-tim lain yang berjumlah 16 tim.
Ketua panitia juga melaporkan kejuaran futsal ini terselenggara berkat dukungan sepenuhnya dari pihak pemerintah daerah kabupaten poso sehingga kedepan juga bisa difasilitasi pemda untuk memberikan lapangan tersendiri tidak seperti sekarang yang masih menyewa dilapangan Dolog Lawanga.
Pembukaan “Poso Futsal Community Cub 2010 Kab.Poso” ditandai dengan Tendangan Bola pertama dari titik putih lapangan bola oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Antony H.Tajongga,Bsc,S.Sos yang didampingi Ketua panitia, serta Kabag Humas Amir Kiat,SH menandakan dimulainya kegiatan tersebut.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Poso mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana kebersamaan dan harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat agar tetap tercipta rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua.
Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan pengembangan Olahraga sebagaii bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia yang ditujukan pada peningkatan kesehatan jasmani dan Rohani warga masyarakat, serta pengembangan prestasi olahraga yang dapat mengembangkan rasa kebanggaan daerah .
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan terima kasih kepada Panitia yang telah bekerjasama dengan Pemerintah mengupayakan terlaksananya kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan di kabupaten poso ini, dengan harapan kiranya kegiatan ini akan berlangsung tertib dan aman.
Menurut Ketua Panitia Sunarto Abdillah peserta futsal terdiri dari 11 klub antar instansi yang ada di Kab. Poso yaitu Humas, Capil,BKD, Pemadam kebakaran, BPKAD, RSUD, Sekretariat umum, DPRD,Peslayanan pajak,Kejaksaan, dan tim-tim lain yang berjumlah 16 tim.
Ketua panitia juga melaporkan kejuaran futsal ini terselenggara berkat dukungan sepenuhnya dari pihak pemerintah daerah kabupaten poso sehingga kedepan juga bisa difasilitasi pemda untuk memberikan lapangan tersendiri tidak seperti sekarang yang masih menyewa dilapangan Dolog Lawanga.
Pembukaan “Poso Futsal Community Cub 2010 Kab.Poso” ditandai dengan Tendangan Bola pertama dari titik putih lapangan bola oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Antony H.Tajongga,Bsc,S.Sos yang didampingi Ketua panitia, serta Kabag Humas Amir Kiat,SH menandakan dimulainya kegiatan tersebut.
Karya Bhakti TNI/Kodim 1307 Poso
Poso – Bupati Poso yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM membuka secara resmi Karya Bhakti TNI/Kodim 1307 di Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara, selasa 12 Mei 2010.
Hadir dalam acara tersebut Dandim 1307 Letkol.Inf.Suwanto.SIP, Wakapolres Kompol.Nanang Djunaedi S.ik, Camat Poso Pesisir Utara Nius.W.Baduge,S.Pd, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat serta Para Unsur TNI/Polri dan para undangan lainnya.
Dalam Sambutan Bupati Poso yang dibacakan oleh Setdakab Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM mengatakan pelaksanaan Karya Bhakti ini merupakan suatu kesuksesan yang pada gilirannya akan bermuara pada pemberdayaan lembaga masyarakat untuk peningkatan pembangunan di segala bidang didesa. Sementara itu perlu kita catat bahwa pembangunan desa selama ini telah memajukan desa dan masyarakatnya seperti dapat menghasilkan berbagai sarana dan prasarana dalam memperluas pelayanan sosial dasar didesa.
Sekkab menambahkan bahwa ada beberapa hal yang akan ditempuh pemerintah sebagai upaya nyata memberdayakan masyarakat yang pada dasarnya sejalan dengan hakekat pembangunan desa yang mempunyai misi untuk mengembangkan kemandirian keswadayaan masyarakat agar mampu mengangkat dirinya untuk hidup yang lebih baik sehingga segala kegiatan pembangunan ditingkat desa dapat diorganisasikan dalam LKMD.
Di akhir sambutannya Sekkab mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat di Desa ini dapat memberikan partisipasinya sehingga desa ini dapat terbangun dengan baik
Sementara itu juga Dandim 1307 Letkol.inf.Suwanto.SIP dalam sambutannya mengatakan bahwa bhakti sosial ini merupakan hal yang dapat memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat agar dapat terjalin persatuan dan kesatuan antar TNI/Polri dan masyarakat sehingga keamanan dan kesehjateraan masyarakat didesa ini dapat terlaksana dengan baik.
Dandim juga menghimbau kepada masyarakat agar Pemilukada tahun ini yang akan diselenggarakan di Kabupaten Poso dapat menjaga ketertiban,keamanan tanpa ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak jalanya kegiatan pemilukada tahun ini,kita berharap agar pemilukada tahun ini bisa berjalan dengan baik sehingga harapan masyarakat Kabupaten Poso dapat terwujud
Hadir dalam acara tersebut Dandim 1307 Letkol.Inf.Suwanto.SIP, Wakapolres Kompol.Nanang Djunaedi S.ik, Camat Poso Pesisir Utara Nius.W.Baduge,S.Pd, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat serta Para Unsur TNI/Polri dan para undangan lainnya.
Dalam Sambutan Bupati Poso yang dibacakan oleh Setdakab Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM mengatakan pelaksanaan Karya Bhakti ini merupakan suatu kesuksesan yang pada gilirannya akan bermuara pada pemberdayaan lembaga masyarakat untuk peningkatan pembangunan di segala bidang didesa. Sementara itu perlu kita catat bahwa pembangunan desa selama ini telah memajukan desa dan masyarakatnya seperti dapat menghasilkan berbagai sarana dan prasarana dalam memperluas pelayanan sosial dasar didesa.
Sekkab menambahkan bahwa ada beberapa hal yang akan ditempuh pemerintah sebagai upaya nyata memberdayakan masyarakat yang pada dasarnya sejalan dengan hakekat pembangunan desa yang mempunyai misi untuk mengembangkan kemandirian keswadayaan masyarakat agar mampu mengangkat dirinya untuk hidup yang lebih baik sehingga segala kegiatan pembangunan ditingkat desa dapat diorganisasikan dalam LKMD.
Di akhir sambutannya Sekkab mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat di Desa ini dapat memberikan partisipasinya sehingga desa ini dapat terbangun dengan baik
Sementara itu juga Dandim 1307 Letkol.inf.Suwanto.SIP dalam sambutannya mengatakan bahwa bhakti sosial ini merupakan hal yang dapat memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat agar dapat terjalin persatuan dan kesatuan antar TNI/Polri dan masyarakat sehingga keamanan dan kesehjateraan masyarakat didesa ini dapat terlaksana dengan baik.
Dandim juga menghimbau kepada masyarakat agar Pemilukada tahun ini yang akan diselenggarakan di Kabupaten Poso dapat menjaga ketertiban,keamanan tanpa ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak jalanya kegiatan pemilukada tahun ini,kita berharap agar pemilukada tahun ini bisa berjalan dengan baik sehingga harapan masyarakat Kabupaten Poso dapat terwujud
Rapat Pemuktahiran Data Se-Provinsi Sulawesi Tengah Di Kabupaten Poso Tahun 2010
Poso – Gubernur Sulawesi Tengah H.B. Paliudju Diwakili Sekertaris Daerah Provinsi Drs H.Baharuddin.H.Tandriwali, MSi buka secara resmi Kegiatan Rapat Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Se-Provinsi Sulawesi Tengah Di Kabupaten Poso Tahun 2010 bertempat di Gedung Wanita Poso, Senin 10 Mei 2010.
Hadir pada Pembukaan Rapat tersebut Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Mulyono, SE Ak.MM, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM, Muspida Kabupaten Poso, Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa, MM, Para Kepala Inspektorat dari Sepuluh (10) Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah, Para Pejabat Dilingkungan Pemda Poso, Serta para undangan lainnya.
Gubernur Sulawesi Tengah H.B. Paliudju dalam Sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Daerah Provinsi Sulewesi Tengah Drs H. Baharuddin.H.Tandriwali, MSi mengatakan Bahwa penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan mempunyai arti penting dalam siklus manajemen pengawasan, karena betapapun baiknya hasil pemeriksaan tanpa diikuti dengan penyelesain tindak lanjut, maka pemeriksaan tersebut tidak mempunyai daya guna dan hasil guna. Keberhasilan penyelenggaraan pengawasan sangat tergantung pada pemahaman dan komitmen pimpinan SKPD/Instansi dalam menindak lanjuti temuan / saran hasil pemeriksaan, selain itu perlu pula kita sadari bahwa, semakin tinggi prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan, semakin besar manfaatnya bagi pimpinan SKPD, dalam rangka peningkatan kinerja Organisasinya, bahkan hasil tindak lanjut dapat dijadikan tolok ukur ketaatan dan penilaian kinerja bagi pimpinan SKPD yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara atas pelaksanaan pemutakhiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota, masih terdapat 468 temuan dengan 533 saran yang belum tuntas penyelesaian tindak lanjutnya. Berkenaan dengan hal tersebut sangat diharapkan peran aktif Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota, agar rapat pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan ini mampu menuntaskan atau mengoptimalkan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun anggaran 2009 dan pending Tahun-tahun sebelumnya.
Diakhir Sambutannya Gubernur mengharapkan agar rapat pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan ini, akan memperoleh hasil yang optimal dalam arti prosentase tindak lanjut hasil pemeriksaan cukup tinggi penyelesaiannya yang tentunya akan berdampak positif terhadap kualitas penyelenggaraan tugas Pemerintahan dan pertanggung jawaban keuangan daerah.
Disisi lain Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang dalam arahan singkatnya sekaligus ucapan selamat datang kepada peserta rapat mengucapkan terima kasih yang Sebesar-besarnya kepada Penerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gubernur yang telah memberikan kepercayaan pada Kabupaten Poso untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan rapat pemuktahiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan regular dan khusus tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2010. Serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang sempat hadir pada hari ini yang merupakan wujud kebersamaan serta komitmen kita untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan pemeriksaan serta tindak profesionalisme aparat pengawasan intern Pemerintahan yang baik (Good Governance), serta sebagai upaya konkrit untuk mencegah secara dini terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Daerah / Negara di Daerah Masing-masing.
Sementara itu dalam Laporan Ketua Panitia kegiatan Anthony. H. Tadjongga, BSc.S.Sos mengatakan bahwa dasar pelaksanaan Kegiatan ini mengacu pada Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2005 tentang pedoman pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Peserta Kegiatan terdiri dari Pegawai Inspektorat Propinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Sepuluh(10) Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah yang keseluruhan berjumlah 120 Orang Peserta.
Pembukaan Rapat Pemuktahiran data Se-Provinsi Sulawesi Tengah ditandai dengan penyerahan Cenderamata dari Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM, kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Sekda Provinsi Drs H. Baharuddin .H. Tandriwali,Msi.
Hadir pada Pembukaan Rapat tersebut Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Mulyono, SE Ak.MM, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM, Muspida Kabupaten Poso, Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa, MM, Para Kepala Inspektorat dari Sepuluh (10) Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah, Para Pejabat Dilingkungan Pemda Poso, Serta para undangan lainnya.
Gubernur Sulawesi Tengah H.B. Paliudju dalam Sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Daerah Provinsi Sulewesi Tengah Drs H. Baharuddin.H.Tandriwali, MSi mengatakan Bahwa penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan mempunyai arti penting dalam siklus manajemen pengawasan, karena betapapun baiknya hasil pemeriksaan tanpa diikuti dengan penyelesain tindak lanjut, maka pemeriksaan tersebut tidak mempunyai daya guna dan hasil guna. Keberhasilan penyelenggaraan pengawasan sangat tergantung pada pemahaman dan komitmen pimpinan SKPD/Instansi dalam menindak lanjuti temuan / saran hasil pemeriksaan, selain itu perlu pula kita sadari bahwa, semakin tinggi prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan, semakin besar manfaatnya bagi pimpinan SKPD, dalam rangka peningkatan kinerja Organisasinya, bahkan hasil tindak lanjut dapat dijadikan tolok ukur ketaatan dan penilaian kinerja bagi pimpinan SKPD yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara atas pelaksanaan pemutakhiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota, masih terdapat 468 temuan dengan 533 saran yang belum tuntas penyelesaian tindak lanjutnya. Berkenaan dengan hal tersebut sangat diharapkan peran aktif Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota, agar rapat pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan ini mampu menuntaskan atau mengoptimalkan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun anggaran 2009 dan pending Tahun-tahun sebelumnya.
Diakhir Sambutannya Gubernur mengharapkan agar rapat pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan ini, akan memperoleh hasil yang optimal dalam arti prosentase tindak lanjut hasil pemeriksaan cukup tinggi penyelesaiannya yang tentunya akan berdampak positif terhadap kualitas penyelenggaraan tugas Pemerintahan dan pertanggung jawaban keuangan daerah.
Disisi lain Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang dalam arahan singkatnya sekaligus ucapan selamat datang kepada peserta rapat mengucapkan terima kasih yang Sebesar-besarnya kepada Penerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gubernur yang telah memberikan kepercayaan pada Kabupaten Poso untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan rapat pemuktahiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan regular dan khusus tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2010. Serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang sempat hadir pada hari ini yang merupakan wujud kebersamaan serta komitmen kita untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan pemeriksaan serta tindak profesionalisme aparat pengawasan intern Pemerintahan yang baik (Good Governance), serta sebagai upaya konkrit untuk mencegah secara dini terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Daerah / Negara di Daerah Masing-masing.
Sementara itu dalam Laporan Ketua Panitia kegiatan Anthony. H. Tadjongga, BSc.S.Sos mengatakan bahwa dasar pelaksanaan Kegiatan ini mengacu pada Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2005 tentang pedoman pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Peserta Kegiatan terdiri dari Pegawai Inspektorat Propinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Sepuluh(10) Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah yang keseluruhan berjumlah 120 Orang Peserta.
Pembukaan Rapat Pemuktahiran data Se-Provinsi Sulawesi Tengah ditandai dengan penyerahan Cenderamata dari Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM, kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Sekda Provinsi Drs H. Baharuddin .H. Tandriwali,Msi.
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung UPTD Kecamatan Pamona Tenggara
Poso - Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang, MM Meletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung kantor UPTD di desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara, Selasa 11 Mei 2010.
Acara tersebut diawali dengan Ucap Syair Oleh Anak SD Korobono yang mengandung makna penting nya pedidikan Anak Bangsa di Tanah Air Indonesia.
Sementara itu dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus sebagai Ketua PGRI Kec.Pamona Tenggara Jeheskiel Luminda menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Poso sebagai pemerintahan yang memiliki prinsip Good Governance dengan melakukan penataan untuk memberikan pelayanan dan pemberdayaan yang diarahkan pada pencapaian pembangunan yang merata disemua bidang.
Lanjut ketua PGRI ini merupakan tanggung jawab kami bahwa pembangunan kantor UPTD pendidikan Pamona tenggara ini akan terus dilanjutkan kegiatan penyelesaian pembangunannya sampai selesai 100% dan kedepan dapat menjadi sarana yang menunjang efektifnya pendidikan khususnya kec.Pamona Tenggra.
Selanjutnya Bupati Poso dalam sambutanya menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik dan pegawai dibidang pendidikan agar tetap dengan tulus dan setia mengemban tugas yang mulia mebawa anak bangsa ini untuk kedepan menjadi kader- kader yang akan melanjutkan tongkat pemerintahan membangun bangsa Indonesia.
Diakhir sambutannya Bupati Poso mengharapkan dengan dimulainya bangunan Gedung kantor UPTD ini akan lebih mendorong masyarakat utuk mengerti pentingnya pedidikan dan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap Pendidikan di pedesaan.
Hadir Hadir dalam kegiatan,Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu,Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, Ketua penggerak PKK Kab.Poso Ibu Elen Inkiriwang Pelealu, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Siswa SD,SLTP korobono, serta undangan lainnya.
Acara tersebut diawali dengan Ucap Syair Oleh Anak SD Korobono yang mengandung makna penting nya pedidikan Anak Bangsa di Tanah Air Indonesia.
Sementara itu dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus sebagai Ketua PGRI Kec.Pamona Tenggara Jeheskiel Luminda menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Poso sebagai pemerintahan yang memiliki prinsip Good Governance dengan melakukan penataan untuk memberikan pelayanan dan pemberdayaan yang diarahkan pada pencapaian pembangunan yang merata disemua bidang.
Lanjut ketua PGRI ini merupakan tanggung jawab kami bahwa pembangunan kantor UPTD pendidikan Pamona tenggara ini akan terus dilanjutkan kegiatan penyelesaian pembangunannya sampai selesai 100% dan kedepan dapat menjadi sarana yang menunjang efektifnya pendidikan khususnya kec.Pamona Tenggra.
Selanjutnya Bupati Poso dalam sambutanya menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik dan pegawai dibidang pendidikan agar tetap dengan tulus dan setia mengemban tugas yang mulia mebawa anak bangsa ini untuk kedepan menjadi kader- kader yang akan melanjutkan tongkat pemerintahan membangun bangsa Indonesia.
Diakhir sambutannya Bupati Poso mengharapkan dengan dimulainya bangunan Gedung kantor UPTD ini akan lebih mendorong masyarakat utuk mengerti pentingnya pedidikan dan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap Pendidikan di pedesaan.
Hadir Hadir dalam kegiatan,Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu,Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, Ketua penggerak PKK Kab.Poso Ibu Elen Inkiriwang Pelealu, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Siswa SD,SLTP korobono, serta undangan lainnya.
Bupati Tutup Tournament Motocross Dan Grasstrack Rano Poso Toinasa
Poso – Setelah berakhirnya tournament Toinasa Motorcross dan Grasstrack Piala bergilir Bupati dan Piala tetap KNPI yang berlangsung selama 8 -10 mei, akhirnya dari 90 peserta crosser keluar sebagai juara umum pada 9 class yaitu, juara umum terbuka Deden Pranata dari Gama motor palu Racing Team dengan total poin 150, juara umum lokal Kabupaten Poso Frans Parimo dari Hebat Racing Team Kelei dengan total poin 25.
Saat sebelum pengumuman hasil juara Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan dari segi tempat pelaksanaan agar ditatah lebih baik, maupun peserta dan masyarakat supaya membina kebersamaan, sehingga masyarakat kec. Pamona barat yang haus akan hiburan dapat menikmati kedamaian ditana siintuwu maroso.
Lebih lanjut daalam sambutannya, Bupati Poso memberi nama dengan resmi arena Tournament Motocross dan Grasstrack di Rano poso toinasa dengan nama “Sirkuit Padang Galak Rano poso Toinasa” yang artinya Perpaduan budaya Bali dan budaya pamona di desa Toinasa kecamatan pamona barat Kab.Poso.
Diakhir sambutanya, Bupati poso mengajak seluruh masyarakat agar menjelang pelaksanaan Pilkada dapat mempertahankan kondisi yang baik ini, sehingga nanti kita dapat melaksanakan pilkada yang aman, tentram, dan damai.
Setelah sambutan berakhir, dilanjutkan dengan pengibaran bendera star oleh Bupati Poso sebagai tanda dititupnya Open Tournament Toinasa Motocross dan Grasstrack Piala bergilir Bupati dan piala tetap KNPI di Sirkuit Padang galak rano poso Toinasa, Kecamatan Pamona barat, Senin (10/5).
Sementara itu dalam Laporanya Ketua Panitia penyelenggara, Gustaf Mangando, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Kab.Popso serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini, selain itu ia melaporkan bahwa Klas yang dilombakan dalam tournament ini adalah Kelas bebek standar lokal pamona bersaudara, kekas bebek standar terbuka, Kelas bebek modifakasi 2 tak, Kelas bebek modifikasi 4 tak, kelas campuran, Kelas open lokal pamona bersaudara, kelas open/umum, Kelas MOTOCROSS, kelas MOTORCILIK.
Kegiatan ini berakhir dengan pengumuman hasil lomba dan penyerahan hadiah berupa piala dan bonus uang, bagi pemenang.
Hadir dalam kegiatan,Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu,Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, Ketua penggerak PKK Kab.Poso Ibu Elen Inkiriwang Pelealu, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Masyarakat serta.
Saat sebelum pengumuman hasil juara Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan dari segi tempat pelaksanaan agar ditatah lebih baik, maupun peserta dan masyarakat supaya membina kebersamaan, sehingga masyarakat kec. Pamona barat yang haus akan hiburan dapat menikmati kedamaian ditana siintuwu maroso.
Lebih lanjut daalam sambutannya, Bupati Poso memberi nama dengan resmi arena Tournament Motocross dan Grasstrack di Rano poso toinasa dengan nama “Sirkuit Padang Galak Rano poso Toinasa” yang artinya Perpaduan budaya Bali dan budaya pamona di desa Toinasa kecamatan pamona barat Kab.Poso.
Diakhir sambutanya, Bupati poso mengajak seluruh masyarakat agar menjelang pelaksanaan Pilkada dapat mempertahankan kondisi yang baik ini, sehingga nanti kita dapat melaksanakan pilkada yang aman, tentram, dan damai.
Setelah sambutan berakhir, dilanjutkan dengan pengibaran bendera star oleh Bupati Poso sebagai tanda dititupnya Open Tournament Toinasa Motocross dan Grasstrack Piala bergilir Bupati dan piala tetap KNPI di Sirkuit Padang galak rano poso Toinasa, Kecamatan Pamona barat, Senin (10/5).
Sementara itu dalam Laporanya Ketua Panitia penyelenggara, Gustaf Mangando, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Kab.Popso serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini, selain itu ia melaporkan bahwa Klas yang dilombakan dalam tournament ini adalah Kelas bebek standar lokal pamona bersaudara, kekas bebek standar terbuka, Kelas bebek modifakasi 2 tak, Kelas bebek modifikasi 4 tak, kelas campuran, Kelas open lokal pamona bersaudara, kelas open/umum, Kelas MOTOCROSS, kelas MOTORCILIK.
Kegiatan ini berakhir dengan pengumuman hasil lomba dan penyerahan hadiah berupa piala dan bonus uang, bagi pemenang.
Hadir dalam kegiatan,Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu,Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, Ketua penggerak PKK Kab.Poso Ibu Elen Inkiriwang Pelealu, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Masyarakat serta.
Penyerahan Sertifikat Lahan Pekarangan UPT
Poso – Telah kurang lebih 4 bulan Transmigran ini bermukim dilahan pekarangan UPT(Unit Pemukiman Transmigrasi) Rato’ombu, seiring dengan itu jemaat Eksodus yang terbentuk sejak tahun 2006 telah berumur 4 tahun tepatnya tanggal 30 April yang dirayakan Minggu 9 mei 2010.
Acara tersebut diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. J.Bogia,STh selaku Ketua Majelis Klasis Lage.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa melihat Jemaat Eksodus Rato’ombu yang telah berusia 4 tahun serta jumlah masyarakat yang cukup banyak maka telah memenuhi syarat untuk dibentuk menjadi desa..
Lebih lanjut Bupati Poso dalam sambutanya menyampaikan bahwa adanya Unit Pemukiman Transmigrasi ini merupakan upayah Pemerintah daerah untuk mensejahterahkan masyarakat pedesaan sehingga kiranya Masyarakat Rato’ombu dapat mempergunakan fasilitas yang ada serta mengolah lahan dengan sebaik-baik nya agar tercipta kesejahteraan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Diakhir sambutannya Bupati Poso menhimbau kepada Jemaat Eksodus Rato’ombu untuk tetap mensyukuri apa yang telah di Anugerahkan Tuhan serta Penyertaan Tuhan sepanjang 4 tahun bagi Jemaat Eksodus Rato’ombu. Dengan harapan kedepan Seluruh jemaat Eksodus Rato’ombu akan menjadi jemaat yang diberkati.
Sementara itu Ketua Panitia Bpk.R.Balebu dalam laporannya menyampaikan rasa Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Daearah yang telah memperhatikan Masyarakat Rato’ombu serta telah memberi bantuan khususnya bagi Jemaat Eksodus Rato’ombu, selain itu masyarakat juga telah diberikan Sertifikat kepemilikan Tanah masing-masing pekarangan berjumlah 320 sertivikat.
Sebelumnya itu Pendeta Jemaat Eksodus Rato’ombu Ibu.Pdt. S. Penemba Onora, Sth membacakan sejarah berdirinya Jemaat Eksodus Rato’ombu yaitu: Pada tanggal 24 Januari 2006 Jemaat Rato’ombu masi terbagi dalam 2 kelompok kebaktian yakni Jemaat Eben Heiser malewa dan Jemaat karmel Watuawu, kemudian pada April 2006 oleh majelis Klasis telah menyatukan 2 jemaat menjadi 1, yaitu Jemaat Eksodus Rato’ombu yang jemaatnya berjumlah 232 KK sampai saat ini tinggal berjumlah 148 KK
Acara ini diwarnai dengan penampilan tari-tarian dero asli anak-anak dari jemaat Eksodus Rato’ombu dan pembacaan kayori oleh majelis Adat setempat, kemudian Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Lahan pekarangan UPT Rato’ombu secara simbolis oleh Bupati Poso kepada Masyarakat Rato’ombu.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PKK Ibu Elen Inkiriwang Pelealu,para Pejabat Daerah Kab.Poso, Para Muspida, Pdt. GPdI Rato’ombu Bpk Pdt.Jakop Sandi, Majelis Gereja, Jemaat dan para Undangan lainnya.
Acara tersebut diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. J.Bogia,STh selaku Ketua Majelis Klasis Lage.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa melihat Jemaat Eksodus Rato’ombu yang telah berusia 4 tahun serta jumlah masyarakat yang cukup banyak maka telah memenuhi syarat untuk dibentuk menjadi desa..
Lebih lanjut Bupati Poso dalam sambutanya menyampaikan bahwa adanya Unit Pemukiman Transmigrasi ini merupakan upayah Pemerintah daerah untuk mensejahterahkan masyarakat pedesaan sehingga kiranya Masyarakat Rato’ombu dapat mempergunakan fasilitas yang ada serta mengolah lahan dengan sebaik-baik nya agar tercipta kesejahteraan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Diakhir sambutannya Bupati Poso menhimbau kepada Jemaat Eksodus Rato’ombu untuk tetap mensyukuri apa yang telah di Anugerahkan Tuhan serta Penyertaan Tuhan sepanjang 4 tahun bagi Jemaat Eksodus Rato’ombu. Dengan harapan kedepan Seluruh jemaat Eksodus Rato’ombu akan menjadi jemaat yang diberkati.
Sementara itu Ketua Panitia Bpk.R.Balebu dalam laporannya menyampaikan rasa Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Daearah yang telah memperhatikan Masyarakat Rato’ombu serta telah memberi bantuan khususnya bagi Jemaat Eksodus Rato’ombu, selain itu masyarakat juga telah diberikan Sertifikat kepemilikan Tanah masing-masing pekarangan berjumlah 320 sertivikat.
Sebelumnya itu Pendeta Jemaat Eksodus Rato’ombu Ibu.Pdt. S. Penemba Onora, Sth membacakan sejarah berdirinya Jemaat Eksodus Rato’ombu yaitu: Pada tanggal 24 Januari 2006 Jemaat Rato’ombu masi terbagi dalam 2 kelompok kebaktian yakni Jemaat Eben Heiser malewa dan Jemaat karmel Watuawu, kemudian pada April 2006 oleh majelis Klasis telah menyatukan 2 jemaat menjadi 1, yaitu Jemaat Eksodus Rato’ombu yang jemaatnya berjumlah 232 KK sampai saat ini tinggal berjumlah 148 KK
Acara ini diwarnai dengan penampilan tari-tarian dero asli anak-anak dari jemaat Eksodus Rato’ombu dan pembacaan kayori oleh majelis Adat setempat, kemudian Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Lahan pekarangan UPT Rato’ombu secara simbolis oleh Bupati Poso kepada Masyarakat Rato’ombu.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PKK Ibu Elen Inkiriwang Pelealu,para Pejabat Daerah Kab.Poso, Para Muspida, Pdt. GPdI Rato’ombu Bpk Pdt.Jakop Sandi, Majelis Gereja, Jemaat dan para Undangan lainnya.
Puncak Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Poso di Pendolo
Poso – Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tanggal 2 mei 2010, dilaksanakan dalam bentuk Upacara Bendera pada hari selasa 11 mei 2010 di Lapangan desa Pendolo, kec.Pamona selatan Kab.Poso.
Upacara Diawali dengan Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati Poso diikuti oleh seluruh Peserta upacara.
Sementara itu dalam Sambutan Menteri Pendidikan nasional Mohammad Nuh yang diwakili oleh Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM mengatakan bahwa tanggal 2 mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh pemangku kepentingan Pendidikan, utaamanya para tenaga pendidik, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati untuk mengenang jasa Bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut dikenang dan dihargai.
Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat Kab.Poso agar peringatan HARDIKNAS kali ini dapat membangkitkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan tentu sambil terus berusaha, untuk terus membangun Bangsa kita tercinta ini Bangsa Indonesia, sesuai dengan tema HARDIKNAS tahu ini yaitu ”Pendidikan Karakter untuk membangun peradaban bangsa”
Usai upacara dilaksanakan, dilanjutkan dengan Penetapan hasil seleksi calon kepala sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas dan siswa berprestasi terbaik tingkat Kab. Poso tahun 2010 sekaliguis penyerahan sertivikat dan piagam penghargaan. Yang meraih prestasi tersebut Cakep terbaik dan berprestasi:Theophilus Wengkau SDN Lengkeka, lore barat,Amos Mangile,M.Hum SMPN 1 Pamut,Putri Botilangi,S.Pd SMAN 1 Lage, Evelin R Bintiri,S.Pd SMKN 2 Poso, Nelmayati Nyolo-nyolo SMPN 3 Pamut,Muh.Mahfuddin,S.Pdi SD MI Aliklas sayo,Yenny F Tampa’i,S,Pd SMK 2 Tentena, Rin Botilangi,S.Pd Dinas Pendidikan,Drs.Ruben Pasiamping Dinas Pendidikan.
Peserta Upacara HARDIKNAS unsur Tripika, Muspida, Korpri Kecamatan Pamona Selatan, Guru-guru TK/SD, SLTP, SMA Negeri,/Swasta se – Pamona Selatan, Siswa-siswa TK/SD Se-Kota Pendolo dan SLTP,SMA Negeri/Swasta Pamona Selatan dan Pamona Utara, Para Pensiunan Kepala-kepalah Sekolah dan Pegawai pensiun Se-kecamatan Pamona Selatan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda Se-kota penhdolo.
Upacara Diawali dengan Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati Poso diikuti oleh seluruh Peserta upacara.
Sementara itu dalam Sambutan Menteri Pendidikan nasional Mohammad Nuh yang diwakili oleh Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM mengatakan bahwa tanggal 2 mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh pemangku kepentingan Pendidikan, utaamanya para tenaga pendidik, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati untuk mengenang jasa Bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut dikenang dan dihargai.
Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat Kab.Poso agar peringatan HARDIKNAS kali ini dapat membangkitkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan tentu sambil terus berusaha, untuk terus membangun Bangsa kita tercinta ini Bangsa Indonesia, sesuai dengan tema HARDIKNAS tahu ini yaitu ”Pendidikan Karakter untuk membangun peradaban bangsa”
Usai upacara dilaksanakan, dilanjutkan dengan Penetapan hasil seleksi calon kepala sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas dan siswa berprestasi terbaik tingkat Kab. Poso tahun 2010 sekaliguis penyerahan sertivikat dan piagam penghargaan. Yang meraih prestasi tersebut Cakep terbaik dan berprestasi:Theophilus Wengkau SDN Lengkeka, lore barat,Amos Mangile,M.Hum SMPN 1 Pamut,Putri Botilangi,S.Pd SMAN 1 Lage, Evelin R Bintiri,S.Pd SMKN 2 Poso, Nelmayati Nyolo-nyolo SMPN 3 Pamut,Muh.Mahfuddin,S.Pdi SD MI Aliklas sayo,Yenny F Tampa’i,S,Pd SMK 2 Tentena, Rin Botilangi,S.Pd Dinas Pendidikan,Drs.Ruben Pasiamping Dinas Pendidikan.
Peserta Upacara HARDIKNAS unsur Tripika, Muspida, Korpri Kecamatan Pamona Selatan, Guru-guru TK/SD, SLTP, SMA Negeri,/Swasta se – Pamona Selatan, Siswa-siswa TK/SD Se-Kota Pendolo dan SLTP,SMA Negeri/Swasta Pamona Selatan dan Pamona Utara, Para Pensiunan Kepala-kepalah Sekolah dan Pegawai pensiun Se-kecamatan Pamona Selatan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda Se-kota penhdolo.
Senin, 18 Januari 2010
Sosialisasi Pendidikan Gratis Pendidikan Dasar Di Kabupaten Poso Tahun 2010
Poso - Acara Sosialisasi Program Sekolah Gratis Ditingkat Kabupaten / Kota Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2009 / 2010 berlangsung Di Gedung PGRI Kabupaten Poso, Rabu 13 Januari 2010.
Hadir pada kesempatan tersebut sekretaris kabupaten Poso mewakili bupati Poso, Drs. Amdjad Lawasa, MM, Kepala Dinas Propinsi Sulawesi Tengah yang Diwakili oleh Prof DR Tanra Tellu, Perwakilan Dari BPKP Sultan Rambu Pamenan, Konsultan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Sulteng Nurhayapi, Spd, Perwakilan dari DPRD Kabupaten Poso Bidang Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kabupaten Poso Drs.Berlin Matoneng, Para Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, Serta Para Undangan Lainnya.
Bupati Poso Dalam Sambutan Tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM Mengatakan bahwa Pembangunan Pendidikan Di Indonesia selama ini telah banyak mengalami kemajuan yang cukup berarti, tetapi kita juga menyadari bahwa masih terdapat banyak persoalan Pendidikan yang harus di selesaikan secara bersama dan bertahap sejalan dengan perkembangan Zaman dan tuntutan di Era Global. Oleh sebab itu, kita terus melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan Pendidikan kepada Masyarakat termasuk Program dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tentang Pendidikan Gratis untuk Pendidikan Dasar di Daerah ini dengan Tujuan pemerataan kesempatan untuk menikmati Pendidikan Dasar di Daerah ini dengan Tujuan Pemerataan kesempatan untuk menikmati Pendidikan yang sama.
Lanjut dikatakan, Walaupun dalam usaha memberikan Pelayanan Pendidikan tersebut masih banyak mengalami kendala, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan di upayakan penanganannya melalui berbagai langkah dan perubahan termasuk Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Ini, yang merupakan Kegiatan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Poso dalam Program Pendidikan Gratis yang kesemuanya itu adalah untuk Mengantisipasi arah Pembangunan Nasional ke Depan karena menyadari bahwa Bangsa Indonesia masih menghadapi banyak persoalan dalam berbagai Bidang Kehidupan Berbangsa dan Bernegara termasuk Bidang Pendidikan.
Diakhir Sambutannya Bupati sangat mengharapkan terjadinya Comunication Of Balance diantara kita semua agar tidak tercipta persepsi yang berbeda – beda Ditengah – tengah Masyarakat luas tentang Program Pendidikan Gratis yang akan diterapkan Di Daerah ini.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Diwakili Prof DR Tanra Tellu dalam arahanya antara lain mengatakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Merupakan Pendanaan Pendidikan Dasar yang Signifikan dari sumber dana APBN dan Program ini Bertujuan untuk memberikan bantuan kepada Sekolah dalam rangka Membebaskan Iuran Siswa, namun Sekolah tetap dapat mempertahankan Mutu Pelayanan Pendidikan kepada Masyarakat. Sementara Dana BOS yang diterima Sekolah Didasarkan atas jumlah Siswa Dengan ketentuan, Siswa SD/MI atau setara SD sebesar Rp 400R – Rp 397R/Tahun, dab Siswa SMP/MTs atau setara SMP sebesar Rp.575R – 570R/Tahun.
Hadir pada kesempatan tersebut sekretaris kabupaten Poso mewakili bupati Poso, Drs. Amdjad Lawasa, MM, Kepala Dinas Propinsi Sulawesi Tengah yang Diwakili oleh Prof DR Tanra Tellu, Perwakilan Dari BPKP Sultan Rambu Pamenan, Konsultan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Sulteng Nurhayapi, Spd, Perwakilan dari DPRD Kabupaten Poso Bidang Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kabupaten Poso Drs.Berlin Matoneng, Para Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, Serta Para Undangan Lainnya.
Bupati Poso Dalam Sambutan Tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM Mengatakan bahwa Pembangunan Pendidikan Di Indonesia selama ini telah banyak mengalami kemajuan yang cukup berarti, tetapi kita juga menyadari bahwa masih terdapat banyak persoalan Pendidikan yang harus di selesaikan secara bersama dan bertahap sejalan dengan perkembangan Zaman dan tuntutan di Era Global. Oleh sebab itu, kita terus melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan Pendidikan kepada Masyarakat termasuk Program dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tentang Pendidikan Gratis untuk Pendidikan Dasar di Daerah ini dengan Tujuan pemerataan kesempatan untuk menikmati Pendidikan Dasar di Daerah ini dengan Tujuan Pemerataan kesempatan untuk menikmati Pendidikan yang sama.
Lanjut dikatakan, Walaupun dalam usaha memberikan Pelayanan Pendidikan tersebut masih banyak mengalami kendala, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan di upayakan penanganannya melalui berbagai langkah dan perubahan termasuk Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Ini, yang merupakan Kegiatan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Poso dalam Program Pendidikan Gratis yang kesemuanya itu adalah untuk Mengantisipasi arah Pembangunan Nasional ke Depan karena menyadari bahwa Bangsa Indonesia masih menghadapi banyak persoalan dalam berbagai Bidang Kehidupan Berbangsa dan Bernegara termasuk Bidang Pendidikan.
Diakhir Sambutannya Bupati sangat mengharapkan terjadinya Comunication Of Balance diantara kita semua agar tidak tercipta persepsi yang berbeda – beda Ditengah – tengah Masyarakat luas tentang Program Pendidikan Gratis yang akan diterapkan Di Daerah ini.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Diwakili Prof DR Tanra Tellu dalam arahanya antara lain mengatakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Merupakan Pendanaan Pendidikan Dasar yang Signifikan dari sumber dana APBN dan Program ini Bertujuan untuk memberikan bantuan kepada Sekolah dalam rangka Membebaskan Iuran Siswa, namun Sekolah tetap dapat mempertahankan Mutu Pelayanan Pendidikan kepada Masyarakat. Sementara Dana BOS yang diterima Sekolah Didasarkan atas jumlah Siswa Dengan ketentuan, Siswa SD/MI atau setara SD sebesar Rp 400R – Rp 397R/Tahun, dab Siswa SMP/MTs atau setara SMP sebesar Rp.575R – 570R/Tahun.
Bupati Poso Rayakan Natal Bersama Masyarakat Poso se-Jabodetabek
Bupati Poso Rayakan Natal se Jabodetabek
Poso – Tepatnya, Sabtu (16/1), Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM menghadiri kegiatan Natal bersama masyarakat Poso se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) di Gelanggang Olahraga, Jakarta Utara.
Kabag Humas Setdakab Poso, Amir Kiat,SH dalam keterangan persnya mengatakan, natal bersama yang diselenggarakan oleh IKP (Ikatan Keluarga Poso), dihadiri sekitar ribuan masyarakat Poso se-Jabodetabek yang berasal dari sejumlah perhimpunan pelajar dan mahasiswa Poso di Jakarta, Forum Poso Bersatu (FPB) Jakarta, IKAMAL (Ikatan Malili Nuwa), dan Expo (masyarakat yang pernah tinggal di Poso) serta para tamu undangan.
“Pada perayaan Natal bersama se Jabodetabek, kehadiran Bapak Bupati sempat mengundang perhatian dan disambut baik masyarakat Poso yang ada di Jakarta. Sebab sejak masa kepemimpinan empat tahun terakhir, baru kali ini Bupati bertemu langsung dengan masyarakat perantau dalam pertemuan akbar seperti ini,” jelasnya.
Ditambahkan Amir, ini sebagai bentuk ajang silaturahmi dengan tetap menjaga hubungan persatuan dan persaudaraan dalam bentuk kekeluargaan antar sesama warga Poso. “Rasa persaudaraan warga Poso di Jakarta sangat kuat, sehingga bapak Bupati sangat salut melihat keadaan seperti ini,” ungkap Amir Kiat yang juga selaku juru bicara Pemkab Poso dalam keterangan persnya, Minggu (17/1).
Sementara salah seorang warga Poso di Jakarta yang juga salah satu pengurus IKP, Tati Lara menyatakan rasa terimakasihnya atas kesediaan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang sempat menghadiri Natal bersama mereka. “Kami senang dengan Bapak Bupati, karena telah hadir pada kegiatan natal bersama kami di Jakarta. Dan kami segenap warga di sini (Jakarta) memang sangat merindukan kehadiran beliau,” ucap Amir mengutip perkataan Ibu Tati.
Dikesempatan itu juga, Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang MM mengatakan, bahwa sejak empat tahun terakhir ini, Poso begitu aman dan kondusif. Itu semua dikarenakan kesungguhan hati dari masyarakat Kabupaten Poso, termasuk masyarakat Kabupaten Poso yang diperantauan seperti saat ini, melalui doa-doa kita semua dan tidak lepas dari peran Pemerintah Pusat, Propinsi Sulteng, dan Pemda Poso itu sendiri. Begitu juga melalui kerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk Poso lebih kondusif lagi.
“Menyinggung program pemerintah daerah Kabupaten Poso ditahun 2010 ini, Bupati menyampaikan, bahwa Kabupaten Poso mempunyai 3 (tiga) ikon pembangunan yaitu, di bidang Pertanian dan Peternakan, karena 85 % masyarakat Kabupaten Poso adalah Petani. Kedua, Koperasi/UKM, untuk mengembangkan perekonomian masyarakat menengah kebawah maka bidang koperasi dan UKM perlu ditingkatkan. Dan yang ketiga bidang Pariwisata. Mengapa harus pariwisata? Karena Sulawesi Tengah ditetapkannya sebagai daerah tujuan wisata ke 22 dengan idolanya (Land Mark) Kabupaten Poso wisatanya ‘Danau Poso’. Olehnya, warga masyarakat yang ada di Jabodetabek marilah kita bersama pada Sintuwu Maroso untuk membangun daerah yang kita cintai ini,’ ungkap Amir Kiat,SH mengutip sambutan Bupati Poso saat perayaan natal bersama se Jabodetabek.
Poso – Tepatnya, Sabtu (16/1), Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM menghadiri kegiatan Natal bersama masyarakat Poso se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) di Gelanggang Olahraga, Jakarta Utara.
Kabag Humas Setdakab Poso, Amir Kiat,SH dalam keterangan persnya mengatakan, natal bersama yang diselenggarakan oleh IKP (Ikatan Keluarga Poso), dihadiri sekitar ribuan masyarakat Poso se-Jabodetabek yang berasal dari sejumlah perhimpunan pelajar dan mahasiswa Poso di Jakarta, Forum Poso Bersatu (FPB) Jakarta, IKAMAL (Ikatan Malili Nuwa), dan Expo (masyarakat yang pernah tinggal di Poso) serta para tamu undangan.
“Pada perayaan Natal bersama se Jabodetabek, kehadiran Bapak Bupati sempat mengundang perhatian dan disambut baik masyarakat Poso yang ada di Jakarta. Sebab sejak masa kepemimpinan empat tahun terakhir, baru kali ini Bupati bertemu langsung dengan masyarakat perantau dalam pertemuan akbar seperti ini,” jelasnya.
Ditambahkan Amir, ini sebagai bentuk ajang silaturahmi dengan tetap menjaga hubungan persatuan dan persaudaraan dalam bentuk kekeluargaan antar sesama warga Poso. “Rasa persaudaraan warga Poso di Jakarta sangat kuat, sehingga bapak Bupati sangat salut melihat keadaan seperti ini,” ungkap Amir Kiat yang juga selaku juru bicara Pemkab Poso dalam keterangan persnya, Minggu (17/1).
Sementara salah seorang warga Poso di Jakarta yang juga salah satu pengurus IKP, Tati Lara menyatakan rasa terimakasihnya atas kesediaan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang sempat menghadiri Natal bersama mereka. “Kami senang dengan Bapak Bupati, karena telah hadir pada kegiatan natal bersama kami di Jakarta. Dan kami segenap warga di sini (Jakarta) memang sangat merindukan kehadiran beliau,” ucap Amir mengutip perkataan Ibu Tati.
Dikesempatan itu juga, Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang MM mengatakan, bahwa sejak empat tahun terakhir ini, Poso begitu aman dan kondusif. Itu semua dikarenakan kesungguhan hati dari masyarakat Kabupaten Poso, termasuk masyarakat Kabupaten Poso yang diperantauan seperti saat ini, melalui doa-doa kita semua dan tidak lepas dari peran Pemerintah Pusat, Propinsi Sulteng, dan Pemda Poso itu sendiri. Begitu juga melalui kerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk Poso lebih kondusif lagi.
“Menyinggung program pemerintah daerah Kabupaten Poso ditahun 2010 ini, Bupati menyampaikan, bahwa Kabupaten Poso mempunyai 3 (tiga) ikon pembangunan yaitu, di bidang Pertanian dan Peternakan, karena 85 % masyarakat Kabupaten Poso adalah Petani. Kedua, Koperasi/UKM, untuk mengembangkan perekonomian masyarakat menengah kebawah maka bidang koperasi dan UKM perlu ditingkatkan. Dan yang ketiga bidang Pariwisata. Mengapa harus pariwisata? Karena Sulawesi Tengah ditetapkannya sebagai daerah tujuan wisata ke 22 dengan idolanya (Land Mark) Kabupaten Poso wisatanya ‘Danau Poso’. Olehnya, warga masyarakat yang ada di Jabodetabek marilah kita bersama pada Sintuwu Maroso untuk membangun daerah yang kita cintai ini,’ ungkap Amir Kiat,SH mengutip sambutan Bupati Poso saat perayaan natal bersama se Jabodetabek.
Selasa, 04 Agustus 2009
HUT Koperasi ke-62 Gelar Syukuran dan Ramah Tamah
Poso – Acara syukuran dan ramah tamah dalam rangka memperingati HUT Koperasi ke-62 tahun 2009, berlangsung di halaman Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kabupaten Poso, Senin 3 Agustus 2009. Acara yang ditandai dengan pelepasan balon dan pemotongan tumpeng ini, dihadiri Muspida Kabupaten Poso, para kepala dinas, badan, kantor dan bagian, serta para ketua dan anggota koperasi di Kabupaten Poso.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya mengatakan, koperasi yang merupakan salah satu bentuk usaha simpan pinjaman, menjadi perhatian Presiden ditahun 2010. Sebab nantinya melalui usulan Pemda Poso melalui Dinas Koperasi dan UMKM ke pusat, Poso kedepan dapat membangun usahanya dalam sektor peningkatan perekonomian rakyat.
Ditambahkan Bupati, yang menjadi prinsip dalam membangun usaha perkoperasian adalah, bukan hanya untuk mencari keuntungan tetapi disini (Koperasi) kita dapat meningkatkan kesejahteraan para anggota terlebih bagi masyarakat kecil yang membutuhkan modal usahanya.
Diakhir sambutannya, Bupati juga mengaharapkan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Poso agar memasukan usulannya ke Pusat kepada Koperasi yang telah mendapatkan penghargaan. Dan ini tentunya akan ada tim penilai bagi koperasi yang mendapatkan penghargaan di tahun 2009.
Sebelumnya juga, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Poso Rusnah Mangun,SE,MSi, mengatakan dalam sambutannya, koperasi di Indonesia yang genap mencapai usia ke-62, telah melewati berbagai tantangan dan telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Sebab ini telah juga menciptakan peningkatan perekonomian rakyat melalui kerjasama seluruh elemen masyarakat.
Tiga tantangan yang dimiliki Koperasi saat ini adalah, pertama, memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas. Kedua, kontribusinya meskipun secara sosial cukup tinggi, namun secara nominal masih sangat rendah dalam perekonomian daerah dibandingkan dengan badan usaha swasta. Dan ketiga, semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.
Olehnya, untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, Rusnah Mangun menyampaikan, gerakan koperasi kedepan hendaknya memantapkan perannya dengan kembali pada jati dirinya dengan lebih mempercayakan nilai-nilai etnis dan kejujuran, keterbukaan tanggung jawab sosial, dan kepedulian kepada orang lain. Sehingga di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 mari kita atasi persoalan kemiskinan dan keterbelakangan dengan membangun kesejahteraan rakyat lewat koperasi yang berkualitas dan dikelola secara professional.
Diacara ini, dilangsungkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan piala kepada koperasi terbaik dan berprestasi tahun 2009, diantaranya kategori Koperasi Aneka Usaha terbaik satu diraih Koperasi Primkoppol, terbaik dua Koperasi Prikopad Kodim 1307 Poso, dan terbaik tiga KUD Putra Dewata. Kategori Koperasi Konsumen, terbaik satu KPN Kesehatan, terbaik dua KUD Mayasari, terbaik tiga KPK Simpotove. Kategori Koperasi Simpan Pinjam, terbaik satu KPN Matiandano, terbaik dua KPN Karya Bersama, terbaik tiga KPN Ikhtiar. Untuk Koperasi Wanita, terbaik satu Kopwan Annisa, terbaik dua Kopwan Gloria, dan Kopwan Dorkas terbaik tiga.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya mengatakan, koperasi yang merupakan salah satu bentuk usaha simpan pinjaman, menjadi perhatian Presiden ditahun 2010. Sebab nantinya melalui usulan Pemda Poso melalui Dinas Koperasi dan UMKM ke pusat, Poso kedepan dapat membangun usahanya dalam sektor peningkatan perekonomian rakyat.
Ditambahkan Bupati, yang menjadi prinsip dalam membangun usaha perkoperasian adalah, bukan hanya untuk mencari keuntungan tetapi disini (Koperasi) kita dapat meningkatkan kesejahteraan para anggota terlebih bagi masyarakat kecil yang membutuhkan modal usahanya.
Diakhir sambutannya, Bupati juga mengaharapkan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Poso agar memasukan usulannya ke Pusat kepada Koperasi yang telah mendapatkan penghargaan. Dan ini tentunya akan ada tim penilai bagi koperasi yang mendapatkan penghargaan di tahun 2009.
Sebelumnya juga, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Poso Rusnah Mangun,SE,MSi, mengatakan dalam sambutannya, koperasi di Indonesia yang genap mencapai usia ke-62, telah melewati berbagai tantangan dan telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Sebab ini telah juga menciptakan peningkatan perekonomian rakyat melalui kerjasama seluruh elemen masyarakat.
Tiga tantangan yang dimiliki Koperasi saat ini adalah, pertama, memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas. Kedua, kontribusinya meskipun secara sosial cukup tinggi, namun secara nominal masih sangat rendah dalam perekonomian daerah dibandingkan dengan badan usaha swasta. Dan ketiga, semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.
Olehnya, untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, Rusnah Mangun menyampaikan, gerakan koperasi kedepan hendaknya memantapkan perannya dengan kembali pada jati dirinya dengan lebih mempercayakan nilai-nilai etnis dan kejujuran, keterbukaan tanggung jawab sosial, dan kepedulian kepada orang lain. Sehingga di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 mari kita atasi persoalan kemiskinan dan keterbelakangan dengan membangun kesejahteraan rakyat lewat koperasi yang berkualitas dan dikelola secara professional.
Diacara ini, dilangsungkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan piala kepada koperasi terbaik dan berprestasi tahun 2009, diantaranya kategori Koperasi Aneka Usaha terbaik satu diraih Koperasi Primkoppol, terbaik dua Koperasi Prikopad Kodim 1307 Poso, dan terbaik tiga KUD Putra Dewata. Kategori Koperasi Konsumen, terbaik satu KPN Kesehatan, terbaik dua KUD Mayasari, terbaik tiga KPK Simpotove. Kategori Koperasi Simpan Pinjam, terbaik satu KPN Matiandano, terbaik dua KPN Karya Bersama, terbaik tiga KPN Ikhtiar. Untuk Koperasi Wanita, terbaik satu Kopwan Annisa, terbaik dua Kopwan Gloria, dan Kopwan Dorkas terbaik tiga.
Bupati Poso Lepas KKN Unsimar Angkatan XX Tahun 2009
Poso - Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM kembali melepas mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XX tahun 2009. Pelepasan tersebut, berlangsung pada saat apel pagi, yang bertempat di halaman kantor Bupati Poso, Senin, 3 Agustus 2009.
Acara Tersebut dihadiri Rektor Unsimar Kab. Poso Lefrand Mango, SE, MSi, Para Asisten di Lingkungan Pemda Kab. Poso, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian dilingkungan Pemda Kab. Poso, para PNS di Lingkungan Pemda kab. Poso, Honorer dan Sukarela serta Peserta KKN Unsimar Angkatan XX tahun 2009.
Bupati Poso dalam arahannya menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para pegawai dilingkungan Pemda Poso atas kehadiran dan disiplin keseharian selaku pelayan dan abdi masyarakat, teristimewa kepada Sekab Poso yang selama ini telah melaksanakan administrasi pemerintahan dengan baik.
Disisi lain Bupati Poso mengatakan kepada seluruh Mahasiswa KKN Unsimar dalam mengisi Program-program, diharapkan nantinya dapat bekerja sama dengan seluruh masyarakat yang ada, khususnya di desa-desa tempat para Mahasiswa KKN berada. Terlebih Khusus, Bupati juga berharap, bahwa Mahasiswa yang telah siap turun ke lapangan, bukan hanya membina kerja sama antara Camat dan perangkat Desa yang ada terlebih lagi terhadap masyarakat, namun diharapkan mampu membangun konsolidasi dengan sesama Mahasiswa sendiri, sehingga selama proses KKN barlangsung segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Ketua Panitia Mustafa A. Tohan dalam laporannya mengatakan bahwa peserta KKN angkatan XX berjumlah 284 orang, yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Tehnik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang di bagi dua lokasi yaitu 114 orang mahasiswa yang ditempatkan di 8 desa diantaranya Desa Runde, Bomba, Bewa, Gintu, Balili, Toare, Badangkaia dan desa Bada yang berada di Kecamatan Lore Selatan dan 170 orang mahasiswa yang berstatus PNS dipusatkan di Kampus Unsimar Poso Kecamatan Poso Kota, dan kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan dari tanggal 4 Agustus s/d 30 september 2009 dengan tema “Melalui KKN kita wujudkan pengabdian mahasiswa yang dilandasi kemapuan intelektual dan profesional untuk membangun kemandirian masyarakat kabupaten poso”.
Pelepasan KKN Angkatan XX Tahun 2009 ditandai dengan penyamatan Jaket dan Topi serta Bendera Almamater Universitas Sintuwu Maroso Poso dari Rektor Unsimar Lefrand Mango, SE, MSi kepada Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM.
Acara Tersebut dihadiri Rektor Unsimar Kab. Poso Lefrand Mango, SE, MSi, Para Asisten di Lingkungan Pemda Kab. Poso, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian dilingkungan Pemda Kab. Poso, para PNS di Lingkungan Pemda kab. Poso, Honorer dan Sukarela serta Peserta KKN Unsimar Angkatan XX tahun 2009.
Bupati Poso dalam arahannya menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para pegawai dilingkungan Pemda Poso atas kehadiran dan disiplin keseharian selaku pelayan dan abdi masyarakat, teristimewa kepada Sekab Poso yang selama ini telah melaksanakan administrasi pemerintahan dengan baik.
Disisi lain Bupati Poso mengatakan kepada seluruh Mahasiswa KKN Unsimar dalam mengisi Program-program, diharapkan nantinya dapat bekerja sama dengan seluruh masyarakat yang ada, khususnya di desa-desa tempat para Mahasiswa KKN berada. Terlebih Khusus, Bupati juga berharap, bahwa Mahasiswa yang telah siap turun ke lapangan, bukan hanya membina kerja sama antara Camat dan perangkat Desa yang ada terlebih lagi terhadap masyarakat, namun diharapkan mampu membangun konsolidasi dengan sesama Mahasiswa sendiri, sehingga selama proses KKN barlangsung segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Ketua Panitia Mustafa A. Tohan dalam laporannya mengatakan bahwa peserta KKN angkatan XX berjumlah 284 orang, yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Tehnik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang di bagi dua lokasi yaitu 114 orang mahasiswa yang ditempatkan di 8 desa diantaranya Desa Runde, Bomba, Bewa, Gintu, Balili, Toare, Badangkaia dan desa Bada yang berada di Kecamatan Lore Selatan dan 170 orang mahasiswa yang berstatus PNS dipusatkan di Kampus Unsimar Poso Kecamatan Poso Kota, dan kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan dari tanggal 4 Agustus s/d 30 september 2009 dengan tema “Melalui KKN kita wujudkan pengabdian mahasiswa yang dilandasi kemapuan intelektual dan profesional untuk membangun kemandirian masyarakat kabupaten poso”.
Pelepasan KKN Angkatan XX Tahun 2009 ditandai dengan penyamatan Jaket dan Topi serta Bendera Almamater Universitas Sintuwu Maroso Poso dari Rektor Unsimar Lefrand Mango, SE, MSi kepada Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM.
DPD KNPI Kab.Poso Gelar Dialog Kepemudaan
Poso – Dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun KNPI Ke-36, DPD Kabupaten Poso Gelar Dialog Kepemudaan. Kegiatan tersebut, berlangsung selama sehari, Kamis 23 Juli 2009, bertempat di gedung Torulemba.
Dialog Kepemudaan tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Poso, Drs.Piet Inkiriwang,MM Dalam hal ini, diwakili oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Ketua DPD KNPI Kabupaten Poso R. Rompas,SH.beserta para pengurus, Para pejabat Dilingkungan Daerah Kabupaten Poso, Dewan Juri, Nara Sumber, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, para Peserta Dialog, serta undangan lainnya.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM dalam sambutannya menyampaikan selamat hari Ulang Tahun KNPI yang ke-36, dan ucapan terima kasih kepada DPD KNPI Kabupaten Poso yang telah memprakarsai kegiatan dialog tersebut. Dialog Kepemudaan tersebut merupakan perwujudan dari upaya serta komitmen kita semua untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang diikat dengan tali silaturahmi yang kokoh, sehingga diharapkan kedepan kita semua tetap bergandengan tangan dan satu persepsi untuk membangun Bumi sintuwu maroso yang lebih baik lagi.
Dialog kepemudaan ini dapat memberikan manfaat bagi suasana kehidupan yang lebih baik lagi di Bumi sintuwu maroso. Karena Perjuangan generasi muda yang dinafasi oleh semangat kepeloporan dan pengabdian kepada cita-cita nasional, memiliki tujuan nilai histories yang menentukan arah dan tujuan perjuangan bangsa, sehingga dalam menghadapi era globalisasi, Informasi dan transparansi yang penuh dengan tantangan dan persaingan.Sangat diharapkan peran serta dan partisipasi aktif dari kita semua khususnya para generasi muda yang ada di Daerah ini, karena pembangunan tidak hanya tanggung jawab Pemerintah tetapi juga sangat diharapkan keterlibatan para generasi muda agar proses kearah suatu perubahan dan perbaikan akan kita rasakan bersama-sama secara menyeluruh.
Diakhir sambutannya, Drs.Amdjad Lawasa,MM mengharapkan kepada para peserta dialog, agar moment ini benar-benar dimanfaatkan untuk dapat bertukar infomasi dan pengalaman dari seluruh peserta, yang nantinya akan melahirkan buah-buah pikiran yang brilian untuk dapat disumbangkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso demi menuju kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Sementara itu, Ketua Panitia Rusli.S.S.sos dalam laporannya memaparkan dasar pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan SK Pengurus DPD KNPI Kabupaten Poso periode 2008-20011, Rapat pembentukan Panitia HUT KNPI ke-36, tanggal 14 juli 2009, SK Panitia No : 03/Kep/DPD-KNPI/PS/VII/2009 tentang pengesahan Komposisi dan personalia Panitia Hari HUT KNPI ke-36 dan penghijauan Pemuda II DPD KNPI Kab.Poso.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan dialog kepemudaan tersebut, untuk lebih memperkenalkan organisasi KNPI dengan masyarakat, utamanya dikalangan pelajar dan mahasiswa. Untuk menambah keakraban peserta dialog dan pengurus DPD KNPI Kab.Poso.
Peserta Dialog tersebut, berasal dari utusan SMU Se-Kota Poso, Utusan OKP, Mahasiswa, dan PK KNPI Kab.Poso
Dialog Kepemudaan tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Poso, Drs.Piet Inkiriwang,MM Dalam hal ini, diwakili oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Ketua DPD KNPI Kabupaten Poso R. Rompas,SH.beserta para pengurus, Para pejabat Dilingkungan Daerah Kabupaten Poso, Dewan Juri, Nara Sumber, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, para Peserta Dialog, serta undangan lainnya.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM dalam sambutannya menyampaikan selamat hari Ulang Tahun KNPI yang ke-36, dan ucapan terima kasih kepada DPD KNPI Kabupaten Poso yang telah memprakarsai kegiatan dialog tersebut. Dialog Kepemudaan tersebut merupakan perwujudan dari upaya serta komitmen kita semua untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang diikat dengan tali silaturahmi yang kokoh, sehingga diharapkan kedepan kita semua tetap bergandengan tangan dan satu persepsi untuk membangun Bumi sintuwu maroso yang lebih baik lagi.
Dialog kepemudaan ini dapat memberikan manfaat bagi suasana kehidupan yang lebih baik lagi di Bumi sintuwu maroso. Karena Perjuangan generasi muda yang dinafasi oleh semangat kepeloporan dan pengabdian kepada cita-cita nasional, memiliki tujuan nilai histories yang menentukan arah dan tujuan perjuangan bangsa, sehingga dalam menghadapi era globalisasi, Informasi dan transparansi yang penuh dengan tantangan dan persaingan.Sangat diharapkan peran serta dan partisipasi aktif dari kita semua khususnya para generasi muda yang ada di Daerah ini, karena pembangunan tidak hanya tanggung jawab Pemerintah tetapi juga sangat diharapkan keterlibatan para generasi muda agar proses kearah suatu perubahan dan perbaikan akan kita rasakan bersama-sama secara menyeluruh.
Diakhir sambutannya, Drs.Amdjad Lawasa,MM mengharapkan kepada para peserta dialog, agar moment ini benar-benar dimanfaatkan untuk dapat bertukar infomasi dan pengalaman dari seluruh peserta, yang nantinya akan melahirkan buah-buah pikiran yang brilian untuk dapat disumbangkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso demi menuju kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Sementara itu, Ketua Panitia Rusli.S.S.sos dalam laporannya memaparkan dasar pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan SK Pengurus DPD KNPI Kabupaten Poso periode 2008-20011, Rapat pembentukan Panitia HUT KNPI ke-36, tanggal 14 juli 2009, SK Panitia No : 03/Kep/DPD-KNPI/PS/VII/2009 tentang pengesahan Komposisi dan personalia Panitia Hari HUT KNPI ke-36 dan penghijauan Pemuda II DPD KNPI Kab.Poso.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan dialog kepemudaan tersebut, untuk lebih memperkenalkan organisasi KNPI dengan masyarakat, utamanya dikalangan pelajar dan mahasiswa. Untuk menambah keakraban peserta dialog dan pengurus DPD KNPI Kab.Poso.
Peserta Dialog tersebut, berasal dari utusan SMU Se-Kota Poso, Utusan OKP, Mahasiswa, dan PK KNPI Kab.Poso
Hari Anak Nasional tahun 2009 di Poso
Poso – Bupati Poso yang diwakili oleh Sekretaris daerah Kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM membuka Secara Resmi kegiatan hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Poso tahun 2009 di Lapangan Maroso Poso Kamis, 30 Juli 2009.
Hadir dalam acara tersebut para Muspida Kab. Poso, Kepala Dinas, Kantor Bagian dilingkungan Pemerintah Daerah Kab. Poso, Wakil Ketua Penggerak PKK Kab. Poso Samsia Abd. Muthalib Rimi, Ketua Dharma Wanita Kab. Poso Meisyura A. Lawasa Pakaya, Presiden Anak Ramgan, Ketua Wahana Visi Indonesia Kab. Poso, serta seluruh undangan lainnya.
Acara diwali dengan Pidato presiden anak Ramgan mengatakan berterima kasih dan memuji kepada Bapak pimpinan dari kabupaten poso, juga turut menjunjung tinggi hak-hak anak dan perlindungan anak di negerinya kabupaten poso, dengan diterbitkannya Perda No. 6 tahun 2008, semoga bangsa kami yang juga banyak tinggal di negeri bapak kabupaten poso dapat terlindungi hak-haknya, sehingga kami bisa dengan bebas berekspresi dan berkreasi tanpa adanya tekanan terhadap kami. Diakhir pidatonya Ramgan mengatakan bahwa anak Indonesia diwajibkan untuk memiliki akte kelahiran sebagai status kewarganegaraan, dan tidak mewajibkan kepada binatang ataupun tumbuhan untuk memilikinya.
Panitia Pelaksana Hari Anak Nasional (HAN) Kab. Poso tahun 2009 Dr. Asna Awad dalam laporannya memaparkan bahwa bahwa kegiatan hari anak nasional berdasarkan surat menko kesra No. B.28/Menko/Kesra/II/08 tanggal 19 Februari 2009 tentang penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2009, Surat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia No. B-135/Dep.IV/Men.PP/IV/2009 tanggal 13 April 2009 tentang forum anak Indonesia tahun 2009, Surat keputusam Bupati Poso No. 188.45/1775/2009 tentang panitia penyelenggara Hari Anak Nasional Kab. Poso tahun 2009, dengan tema Hari Anak Indonesia kreatif, inofatif dan unggul untuk menghadapi tantangan di masa depan. Lanjut Asna Awad juga mengatakan adapun tujuan dan sasaran kegiatan HAN ini diantaranya adalah mengenalkan simulasi pendidikan sipil kreatif, kemitraan dan persahabatan pada anak-anak, mengembangkan kreatifitasdan pendidikan apresiasi seni untuk anak-anak yang terdiri dari 1000 anak perwakilan dari penduduk anak Usia Dini, TK dan SD dari sekolah se-Kabupaten Poso yang diikuti dari 18 kecamatan.
Ketua Wahan Visi Indonesia juga memperkenallkan secara singkat mengenai pelayanan Wahana Visi Indonesia bahwa Wahan Visi Indonesia dimulai pada tahun 1960 di kota batu, malang dengan focus pelayanan melayani anak-anak yang tinggal dip anti asuhan di pulau jawa, saat ini pelayanan world vision Indonesia berkembang pesat dan diakhir tahun 2008, world vision Indonesia melayani sekitar 90.000 anak santun. Saat ini, bentuk program-program yang dilaksanakan adalah pemberdayaan masyarakat, tanggap bencana dan advokasi. Lanjut Wahan Visi Indonesia juga tetap berkomitmen untuk mendukung kaum termiskin dengan menggunakan sumber daya yang ada bagi peningkatan kualitas hidup mereka terutama anak-anak
Semnetara itu Bupati poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab. Poso Drs. Amjad Lawasa, MM menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh panitia penyelenggara serta LSM dan pemerhati anak lainnya yang turut ambil bagian dalam kegiatan HAN dan ini merupakan wujud kepedulian dari kita semua terhadap anak-anak kita di daerah ini sebagai generasi penerus sekaligus pewaris cita-cita bangsa yang lebih khusus kabupaten poso dimasa datang, dan selaku orang tua perlu memahami secara maksimal terhadap perhatian kita kepada anak, karena anak adalah asset ortang trua, keluarga dan lebih dari itu merupakan asset bangsa yang kelak akan menjadi tokoh utama yang akan menjalankan lokomotof pembangunan secara berkesinambungan, dan ini sangat penting untuk dipersiapakn sejak dini agar kelak dapat memiliki rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, budaya dan tana airnya sendiri. Lanjut, Sekab juga mengatakan bahwa banyak sekali anak Indonesia yang masih belum mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga tidak sedikit anak terpaksa harus bekerja untuk menambah penghasilan keluarga akibat desakan ekonomi yang tidak terhindarkan, fenomena ini terjadi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat dan tidak berjalan secara sumultan dengan keberadaan ekonomi sebagian masyarakat kita.
Diakhir sambutannya sekab menyampaikan bahwa melalui momentum perayaan HAN kalio ini perlu kiranya kita renungkan sedalam-dalamnya peran serta kepedulian yang telah kita berikan dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayananan terhadap anak serta sejauh mana kita merespon suara anak-anak kita yang menuntut serta memerlukan perhatian khusus agar mereka bisa tumbuh dan berkembang wajar bahkan dapat menjadi generasi yang dapat dibanggakan dalam menjawab tantangan bangsa ke depan.
Hadir dalam acara tersebut para Muspida Kab. Poso, Kepala Dinas, Kantor Bagian dilingkungan Pemerintah Daerah Kab. Poso, Wakil Ketua Penggerak PKK Kab. Poso Samsia Abd. Muthalib Rimi, Ketua Dharma Wanita Kab. Poso Meisyura A. Lawasa Pakaya, Presiden Anak Ramgan, Ketua Wahana Visi Indonesia Kab. Poso, serta seluruh undangan lainnya.
Acara diwali dengan Pidato presiden anak Ramgan mengatakan berterima kasih dan memuji kepada Bapak pimpinan dari kabupaten poso, juga turut menjunjung tinggi hak-hak anak dan perlindungan anak di negerinya kabupaten poso, dengan diterbitkannya Perda No. 6 tahun 2008, semoga bangsa kami yang juga banyak tinggal di negeri bapak kabupaten poso dapat terlindungi hak-haknya, sehingga kami bisa dengan bebas berekspresi dan berkreasi tanpa adanya tekanan terhadap kami. Diakhir pidatonya Ramgan mengatakan bahwa anak Indonesia diwajibkan untuk memiliki akte kelahiran sebagai status kewarganegaraan, dan tidak mewajibkan kepada binatang ataupun tumbuhan untuk memilikinya.
Panitia Pelaksana Hari Anak Nasional (HAN) Kab. Poso tahun 2009 Dr. Asna Awad dalam laporannya memaparkan bahwa bahwa kegiatan hari anak nasional berdasarkan surat menko kesra No. B.28/Menko/Kesra/II/08 tanggal 19 Februari 2009 tentang penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2009, Surat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia No. B-135/Dep.IV/Men.PP/IV/2009 tanggal 13 April 2009 tentang forum anak Indonesia tahun 2009, Surat keputusam Bupati Poso No. 188.45/1775/2009 tentang panitia penyelenggara Hari Anak Nasional Kab. Poso tahun 2009, dengan tema Hari Anak Indonesia kreatif, inofatif dan unggul untuk menghadapi tantangan di masa depan. Lanjut Asna Awad juga mengatakan adapun tujuan dan sasaran kegiatan HAN ini diantaranya adalah mengenalkan simulasi pendidikan sipil kreatif, kemitraan dan persahabatan pada anak-anak, mengembangkan kreatifitasdan pendidikan apresiasi seni untuk anak-anak yang terdiri dari 1000 anak perwakilan dari penduduk anak Usia Dini, TK dan SD dari sekolah se-Kabupaten Poso yang diikuti dari 18 kecamatan.
Ketua Wahan Visi Indonesia juga memperkenallkan secara singkat mengenai pelayanan Wahana Visi Indonesia bahwa Wahan Visi Indonesia dimulai pada tahun 1960 di kota batu, malang dengan focus pelayanan melayani anak-anak yang tinggal dip anti asuhan di pulau jawa, saat ini pelayanan world vision Indonesia berkembang pesat dan diakhir tahun 2008, world vision Indonesia melayani sekitar 90.000 anak santun. Saat ini, bentuk program-program yang dilaksanakan adalah pemberdayaan masyarakat, tanggap bencana dan advokasi. Lanjut Wahan Visi Indonesia juga tetap berkomitmen untuk mendukung kaum termiskin dengan menggunakan sumber daya yang ada bagi peningkatan kualitas hidup mereka terutama anak-anak
Semnetara itu Bupati poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab. Poso Drs. Amjad Lawasa, MM menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh panitia penyelenggara serta LSM dan pemerhati anak lainnya yang turut ambil bagian dalam kegiatan HAN dan ini merupakan wujud kepedulian dari kita semua terhadap anak-anak kita di daerah ini sebagai generasi penerus sekaligus pewaris cita-cita bangsa yang lebih khusus kabupaten poso dimasa datang, dan selaku orang tua perlu memahami secara maksimal terhadap perhatian kita kepada anak, karena anak adalah asset ortang trua, keluarga dan lebih dari itu merupakan asset bangsa yang kelak akan menjadi tokoh utama yang akan menjalankan lokomotof pembangunan secara berkesinambungan, dan ini sangat penting untuk dipersiapakn sejak dini agar kelak dapat memiliki rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, budaya dan tana airnya sendiri. Lanjut, Sekab juga mengatakan bahwa banyak sekali anak Indonesia yang masih belum mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga tidak sedikit anak terpaksa harus bekerja untuk menambah penghasilan keluarga akibat desakan ekonomi yang tidak terhindarkan, fenomena ini terjadi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat dan tidak berjalan secara sumultan dengan keberadaan ekonomi sebagian masyarakat kita.
Diakhir sambutannya sekab menyampaikan bahwa melalui momentum perayaan HAN kalio ini perlu kiranya kita renungkan sedalam-dalamnya peran serta kepedulian yang telah kita berikan dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayananan terhadap anak serta sejauh mana kita merespon suara anak-anak kita yang menuntut serta memerlukan perhatian khusus agar mereka bisa tumbuh dan berkembang wajar bahkan dapat menjadi generasi yang dapat dibanggakan dalam menjawab tantangan bangsa ke depan.
KKN Mahasiswa Universitas Tadulako Di Poso Pesisir Utara
Poso - Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM di wakili Asisten Administrasi Umum Drs.Sin Songgoh,didampingi Camat Poso Pesisir Utara Nius W. Baduge, Kapolsek Poso Pesisir Utara, serta beberapa perangkat Desa, secara resmi menerima Mahasiswa KKN Tadulako bertempat di ruang Aula Kecamatan Poso Pesisir Utara, Senin 13 Juli 2009.
Bupati Poso dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Adum) Drs. Sin Sigus Songgo mengatakan, Mahasiswa KKN Tadulako dalam mengisi Program-program nantinya diharapkan dapat bekerja sama dengan Bapak Camat Poso Pesisir Utara, Kades, dan seluruh masyarakat yang ada, khususnya di tempat para Mahasiswa KKN masing-masing berada. Terlebih Khusus, Bupati juga berharap, bahwa Mahasiswa yang telah siap turun ke lapangan, bukan hanya membina kerja sama antara Camat dan perangkat Desa yang ada, namun diharapkan mampu membangun konsolidasi dengan sesama Mahasiswa sendiri, sehingga selama proses KKN barlangsung segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Lanjut Bupati Poso, Mahasiswa juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat dan dapat menciptakan keamanan serta ketertiban khususnya di wilayah Poso Pesisir Utara dan bukan menjadi sumber ketidaknyamanan, sehingga akhirnya dapat berguna bagi masyarakat setempat, bangsa dan Negara, terlebih Khusus lagi untuk bekal diri pribadi.
Selain itu juga Bupati menambahkan, carilah program-program yang dapat di jangkau, agar program yang ada dapat teratasi dengan baik sebagaimana yang diharapkan oleh Mahasiswa, sehingga tidak terjadi stagnasi “kemandekan” dalam program-program yang akan digali untuk diimplementasikan secara nyata, dan pada akhirnya dapat selesai tepat pada waktunya.
Pada kesempatan yang sama, ketua rombongan Ir. Rizal Y. Tantu, Msi melaporkan, tujuan Mahasiswa KKN Tadulako datang diwilayah Poso Pesisir Utara khususnya, bukan untuk membangun program tetapi akan menggali program, dengan harapan mendapat petunjuk dari Camat setempat dan perangkat-perangkat Desa masing-masing, namun dapat di sesuaikan dengan profesi yang digeluti oleh Mahasiswa itu sendiri. Jumblah Mahasiswa KKN Tadulako sebanyak 36 orang dan salah satu diantaranya akan menjadi koordinator Kecamatan, sehingga nantinya bisa mengkoordinir dan dapat mewakili aspirasi Mahasiswa yang ada untuk dapat langsung berkomunikasi dengan Camat setempat jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan, kepada Camat, Kades dan seluruh perangkat Desa setempat diharapkan dapat membantu Mahasiswa KKN Tadulako selama beraktifitas menjalankan visi misinya dalam bentuk program selama kurang lebih dua (2) bulan diwilayah Poso Pesisir Utara.
Bupati Poso dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Adum) Drs. Sin Sigus Songgo mengatakan, Mahasiswa KKN Tadulako dalam mengisi Program-program nantinya diharapkan dapat bekerja sama dengan Bapak Camat Poso Pesisir Utara, Kades, dan seluruh masyarakat yang ada, khususnya di tempat para Mahasiswa KKN masing-masing berada. Terlebih Khusus, Bupati juga berharap, bahwa Mahasiswa yang telah siap turun ke lapangan, bukan hanya membina kerja sama antara Camat dan perangkat Desa yang ada, namun diharapkan mampu membangun konsolidasi dengan sesama Mahasiswa sendiri, sehingga selama proses KKN barlangsung segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Lanjut Bupati Poso, Mahasiswa juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat dan dapat menciptakan keamanan serta ketertiban khususnya di wilayah Poso Pesisir Utara dan bukan menjadi sumber ketidaknyamanan, sehingga akhirnya dapat berguna bagi masyarakat setempat, bangsa dan Negara, terlebih Khusus lagi untuk bekal diri pribadi.
Selain itu juga Bupati menambahkan, carilah program-program yang dapat di jangkau, agar program yang ada dapat teratasi dengan baik sebagaimana yang diharapkan oleh Mahasiswa, sehingga tidak terjadi stagnasi “kemandekan” dalam program-program yang akan digali untuk diimplementasikan secara nyata, dan pada akhirnya dapat selesai tepat pada waktunya.
Pada kesempatan yang sama, ketua rombongan Ir. Rizal Y. Tantu, Msi melaporkan, tujuan Mahasiswa KKN Tadulako datang diwilayah Poso Pesisir Utara khususnya, bukan untuk membangun program tetapi akan menggali program, dengan harapan mendapat petunjuk dari Camat setempat dan perangkat-perangkat Desa masing-masing, namun dapat di sesuaikan dengan profesi yang digeluti oleh Mahasiswa itu sendiri. Jumblah Mahasiswa KKN Tadulako sebanyak 36 orang dan salah satu diantaranya akan menjadi koordinator Kecamatan, sehingga nantinya bisa mengkoordinir dan dapat mewakili aspirasi Mahasiswa yang ada untuk dapat langsung berkomunikasi dengan Camat setempat jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan, kepada Camat, Kades dan seluruh perangkat Desa setempat diharapkan dapat membantu Mahasiswa KKN Tadulako selama beraktifitas menjalankan visi misinya dalam bentuk program selama kurang lebih dua (2) bulan diwilayah Poso Pesisir Utara.
Workshop Perdamaian Digelar di Poso
Poso – Pelaksanaan Workshop perdamaian digelar di Kabupaten Poso tepatnya di tentena, kecamatan Pamona Utara, rabu, 22 juli 2009. Sebagai bentuk Perwujudan untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Poso.Workshop perdamaian yang berlangsung selama sehari penuh ini, bertajuk “Membina Perdamaian Berlandaskan Kearifan Lokal Di Poso”.Yang diprakarsai oleh Kedeputian Bidang Kesra Sekertariat Wakil Presiden (Setwapres) bekerja Sama Dengan Universitas Kristen Tentena (UNKRIT).
Dalam sambutan Kepala Biro Pendidikan, Kebudayaan, Dan Olahraga Setwapres Ir. Heru Kuntuadji,MM mengatakan, Dialog Perdamaian dengan tema membina Perdamaian berlandaskan kearifan local diposo memiliki peran penting dalam memberikan suatu kemajuan dan nilai tambah, khususnya bagi daerah kabupaten Poso. Disamping itu juga, dialog tersebut akan lebih mempererat lagi tali persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan di Bumii Sintuwu Maroso.
Ir.Heru Kuntuadji,MM juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dan Universitas Kristen Tentena (UNKRIT), atas kerjasama yang baik dalam melaksanakan kegiatan Workshop perdamaian tersebut, dapat berjalan dengan lancar.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu dalam sambutannya mengatakan Workshop ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk Kabupaten Poso. Yang mana Workshop Perdamaian ini mendorong Kabupaten Poso menjadi Lebih baik lagi, dengan tujuan untuk mengeksplorasi Konsep Kearifan Lokal sebagai modal social untuk terus membina tali Persaudaraan DiBumi Sintuwu Maroso.
Workshop ini memiliki Relevansi yang kuat dengan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Poso yang pada gilirannya ditujukan bagi terciptanya Kabupaten Poso yang aman, damai, Demokratis dan sejahter, yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat secara utuh. Untuk itulah, dalam membina Perdamaian berlandaskan kearifan local di Kabupaten Poso, perlu diupayakan untuk bekerja lebih keras secara terencana, terencana, dan berkesinambungan, dengan mengembangkan sikap, dan perilaku saling perduli, saling menghormati, saling menghargai, saling mendukung, serta saling mengisi Untuk itu, Gubernur menghimbau agar Musda FKPPI dapat memberikan suatu kemajuan bagi para anggotanya dan lebih berperan aktif dalam membangun bangsa yang demokratis serta menarik pelajaran berharga dari seluruh bentuk perjuangan masa lalu. “Kita tidak boleh terjebak dalam kemajuan era globalisasi, yang dapat mempengaruhi perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa ini,” ajak Gubernur HB Paliudju saat membuka Musda VIII FKPPI di gedung Pogombo Rumah Jabatan Bupati Poso, Sabtu (18/7).
Olehnya Gubernur berharap, dengan dilaksanakan musda ini agar para generasi muda FKPPI dapat menyumbangkan masukan-masukan, pemikiran-pemikiran maupun ide-ide yang professional, sehingga mampu menghasilkan berbagai program kerja kedepan yang lebih sinergis yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kemajuan organisasi dan masyarakat umum.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sinsigus Songgo dalam sambutannya, juga mengharapkan agar musda ini dapat melahirkan generasi muda yang handal, dan dapat menelorkan program daerah kedepan dengan mengembangkan sumber daya manusia yang handal. Serta memiliki integritas dan wawasan kebangsaan yang tinggi, untuk kemajuan bansa dan Negara.
Sebelum pembukaan musda ini dilangsungkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Keluarga Besar FKPPI, pembacaan Tekad Keluarga Besar FKPPI dan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng, serta pelantikan pengurus harian/pengurus cabang masa bhakti 2008-2013 FKPPI Kabupaten Poso. Dimana diantaranya, Drs. Sinsigus Songgo sebagai Ketua Harian FKPPI Cabang Poso, Rudi R.Rompas,SH dan Ir. Max Tungka sebagai Wakil Ketua.
Pembukaan ini dihadiri oleh Muspida Kabupaten Poso, Ketua Pepabri Sulteng H. Aswar Syam, Sekretaris Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng Ir. Mustafa E.Usman,MP, Ketua Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng Drs. Gerry J.Wulur,SE, Pengurus Daerah XX Generasi Muda FKPPI Sulteng Ridwan Abulebu, Wakil Sekretaris Jenderal Generasi Muda FKPPI Sunardi Basuki, Pengurus Pusat FKPPI Harlei Mangindaan, para pengurus cabang dan pusat FKPPI, serta Ketua KNPI Sulteng Idhamsyah Tompo,SH, dan anggota pengurus KNPI Cabang Poso lainnya.
Dalam sambutan Kepala Biro Pendidikan, Kebudayaan, Dan Olahraga Setwapres Ir. Heru Kuntuadji,MM mengatakan, Dialog Perdamaian dengan tema membina Perdamaian berlandaskan kearifan local diposo memiliki peran penting dalam memberikan suatu kemajuan dan nilai tambah, khususnya bagi daerah kabupaten Poso. Disamping itu juga, dialog tersebut akan lebih mempererat lagi tali persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan di Bumii Sintuwu Maroso.
Ir.Heru Kuntuadji,MM juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dan Universitas Kristen Tentena (UNKRIT), atas kerjasama yang baik dalam melaksanakan kegiatan Workshop perdamaian tersebut, dapat berjalan dengan lancar.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu dalam sambutannya mengatakan Workshop ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk Kabupaten Poso. Yang mana Workshop Perdamaian ini mendorong Kabupaten Poso menjadi Lebih baik lagi, dengan tujuan untuk mengeksplorasi Konsep Kearifan Lokal sebagai modal social untuk terus membina tali Persaudaraan DiBumi Sintuwu Maroso.
Workshop ini memiliki Relevansi yang kuat dengan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Poso yang pada gilirannya ditujukan bagi terciptanya Kabupaten Poso yang aman, damai, Demokratis dan sejahter, yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat secara utuh. Untuk itulah, dalam membina Perdamaian berlandaskan kearifan local di Kabupaten Poso, perlu diupayakan untuk bekerja lebih keras secara terencana, terencana, dan berkesinambungan, dengan mengembangkan sikap, dan perilaku saling perduli, saling menghormati, saling menghargai, saling mendukung, serta saling mengisi Untuk itu, Gubernur menghimbau agar Musda FKPPI dapat memberikan suatu kemajuan bagi para anggotanya dan lebih berperan aktif dalam membangun bangsa yang demokratis serta menarik pelajaran berharga dari seluruh bentuk perjuangan masa lalu. “Kita tidak boleh terjebak dalam kemajuan era globalisasi, yang dapat mempengaruhi perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa ini,” ajak Gubernur HB Paliudju saat membuka Musda VIII FKPPI di gedung Pogombo Rumah Jabatan Bupati Poso, Sabtu (18/7).
Olehnya Gubernur berharap, dengan dilaksanakan musda ini agar para generasi muda FKPPI dapat menyumbangkan masukan-masukan, pemikiran-pemikiran maupun ide-ide yang professional, sehingga mampu menghasilkan berbagai program kerja kedepan yang lebih sinergis yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kemajuan organisasi dan masyarakat umum.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sinsigus Songgo dalam sambutannya, juga mengharapkan agar musda ini dapat melahirkan generasi muda yang handal, dan dapat menelorkan program daerah kedepan dengan mengembangkan sumber daya manusia yang handal. Serta memiliki integritas dan wawasan kebangsaan yang tinggi, untuk kemajuan bansa dan Negara.
Sebelum pembukaan musda ini dilangsungkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Keluarga Besar FKPPI, pembacaan Tekad Keluarga Besar FKPPI dan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng, serta pelantikan pengurus harian/pengurus cabang masa bhakti 2008-2013 FKPPI Kabupaten Poso. Dimana diantaranya, Drs. Sinsigus Songgo sebagai Ketua Harian FKPPI Cabang Poso, Rudi R.Rompas,SH dan Ir. Max Tungka sebagai Wakil Ketua.
Pembukaan ini dihadiri oleh Muspida Kabupaten Poso, Ketua Pepabri Sulteng H. Aswar Syam, Sekretaris Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng Ir. Mustafa E.Usman,MP, Ketua Pengurus Daerah XX FKPPI Sulteng Drs. Gerry J.Wulur,SE, Pengurus Daerah XX Generasi Muda FKPPI Sulteng Ridwan Abulebu, Wakil Sekretaris Jenderal Generasi Muda FKPPI Sunardi Basuki, Pengurus Pusat FKPPI Harlei Mangindaan, para pengurus cabang dan pusat FKPPI, serta Ketua KNPI Sulteng Idhamsyah Tompo,SH, dan anggota pengurus KNPI Cabang Poso lainnya.
Rabu, 08 Juli 2009
Pilpres di Kabupaten Poso Aman dan Sukses
Poso - Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM didampingi Sekkab Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM, Ketua KPU Poso Iskandar Lamuka,Kaban Kesbang Pol dan Linmas Arnold Bouw,Kasat Pol PP Rudi Rompas,SH,Kadis Kependudukan dan Capil Lusiana Porayouw serta Kepala Bagian Humas Amit Kiat,SH melakukan peninjauan langsung saat pelaksanaan Pilpres di beberapa lokasi TPS, Rabu 8 Juli 2009.
TPS-TPS yang menjadi tempat peninjauan Bupati Poso bersama rombongan yang di antaranya TPS 09 Kecamatan Poso Kota Kelurahan Kayamanya,TPS 07 Kecamatan Poso Kota Utara Kelurahan lawanga dan TPS 02 di Kecamatan Lage Desa Tagolu. Dan salah satu TPS tempat yang dilakukan pencontrengan oleh Bupati Poso yang diikuti rombongan adalah TPS 09 Kecamatan Poso Kota Kelurahan Kayamanya. Yang uniknya di TPS ini para anggota KPPS menggunakan empat jenis pakaian adat di antaranya baju adat jawa,baju adat bugis,baju adat gorontalo dan baju adat kaili, ini menandakan bahwa semua adat atau suku yang ada di Kabupaten Poso bersatu.
Disela-sela pencontrengan di TPS 09, Bupati Poso yang disambut baik oleh masyarakat setempat menghimbau kepada masyarakat agar pencontrengan Pilpres tahun ini di Kabupaten Poso bisa terlaksana dengan baik,aman dan sukses. Hal ini terkait dengan pemilihan legislatif yang sebelumnya di laksanakan di Kabupaten Poso. Olehnya itu Bupati Poso mengharapkan kepada para masyarakat agar bisa memilih presiden dan wakil presiden yang baik agar bisa menentukan masa depan Bangsa Indonesia kearah yang lebih baik.
Disisi lain Ketua KPU Poso Iskandar Lamuka mengatakan jumlah TPS yang ada di seluruh Kecamatan sebanyak 459 TPS serta jumlah seluruh pemilih 139.211.
Iskandar menambahkan Pilpres yang sementara dilaksanakan di Kab.Poso yang terbagi di 18 kecamatan ini sudah mencapai 80 persen sehingga menunggu penghitungan surat suara nanti yang hasilnya akan di ketahui hingga mencapai 100 persen. Terkait dengan hal tersebut surat suara yang sudah di bagi di seluruh TPS-TPS sudah cukup dan tidak mengalami hambatan sedangkan surat suara cadangan sudah disiapkan sebanyak 2 ribu. Hal ini dikatakan juga bahwa ada beberapa kecamatan yang sudah selesai melaksanakan Pilpres dan penghitungan surat suara.
Sampai dengan pukul 10.00 Wita, Kamis (10/7/09), sore perolehan suara sementara di Kabupaten Poso untuk pasangan Mega-Prabowo 8.60 %, SBY-Boediono 67.47 %, dan JK-Wiranto 23.93 %.
Rabu, 01 Juli 2009
HUT Bhayangkara di Poso
POSO: Rabu 01 Juli, tepat 63 tahun sudah usia Kepolisian Republik Indonesia, dari Meolaboh sampai Yahukimo seluruh jajaran Polri secara serentak menggelar upacara peringatan HUT Polri, masing-masing cara sendiri dalam mengekspresikan peringatan hari jadi Polisi. Di Poso, Sulawesi Tengah misalnya, Hut Bhayangkara diperingati dengan tema “Melalui Profesi Birokrasi Polri dan Kemitraan Polri Dengan Masyarakat, Polri Siap Mengamankan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009”
Peringtana itu diwarnai dengan beberapa atraksi seperti, bela diri, pemecahan benda keras dengan menggunakan kepala tanpa alat pelindung, pemecahan es balok dengan menggunakan lengan tangan tangan tanpa alat pelindung, dan kepiawaian menggunakan tongkat bela diri. Kesemuanya diperagakan oleh personil dijajaran kepolisian Resor Poso. Selain itu, acara tersebut juga diwarnai dengan taria-tarian daerah Poso.
Selain hiburan, Acara peringatan Hut Bhayangkara tersebut juga di rangkai dengan upacara sederhana atas kenaikan pangkat satu tingkat bagi 1.119 personil dilingkungan Polres Poso. Mereka yang naik pangkat terdiri dari 4 orang berpangkat IPTU menjadi AKP, 1 orang berpangkat AIPDA menjadi AIPTU, 2 orang berpangkat BRIPKA menjadi AIPDA, 2 orang perpangkat BRIGADIR menjadi BRIGADIR KEPALA, 21 orang berpangkat BRIPTU menjadi BRIGADIR, dan 1068 orang berpangkat BRIPDA menjadi BRIPTU. Ditambah dengan 32 orang berpangkat BRIPDA menjadi BRIPTU dari satuan Brimob Polda Sulteng.
Kepolres Poso AKBP Adeni Muhan Dg Pabali, mempertegas bahwa kenaikan pangkat adalah suatu prestasi dan hasil kinerja, dedikasi selama ini. Menurutnya kenaikan pangkat bukan suatu pemberian dari pimpinan akan tetapi merupakan hasil kerja keras. “Pimpinan sangat mengharapkan kinerja kita, karena dengan kenaikan pangkat ini akan lebih menambah beban tugas dan tanggung jawab saudara,” ujarnya.
Selain itu, Adeni Muhan juga mempertegas komitmennya sebagai pimpinan Polri tertinggi di Poso. “Saya selaku Kapolres Poso, tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran maupun tindak pidana sekecil apapun, ini dimaksudkan guna membuat jera anggota yang lainnya untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku,” tekannya.
Seusai upacara, Polres Poso juga mengelar senjata api rakitan dan amunisi, yang diperoleh sepanjang tahun 2009, yakni sejak bulan Januari silam hingga memasuki bulan Juni.
Barang bukti tersebut terdiri dari 6 buah bom rakitan, 15 pucuk senjata api laras panjang, 8 pucuk senjata api laras pendek, dan 1414 butir amunisi berbagai caliber. Kesemuanya diperoleh baik dari hasil temuan, maupun penyerahan dari masyarakat.
Selain itu juga, dalam peringatan Hut Bhayangkara tersebut, Polres Poso juga mengakui bahwa mereka telah menyelesaikan 104 kasus dari 172 laporan polisi, atau sama dengan 60,46 persen penyelesaian kasus sejak bulan Januari lalu.
Peringtana itu diwarnai dengan beberapa atraksi seperti, bela diri, pemecahan benda keras dengan menggunakan kepala tanpa alat pelindung, pemecahan es balok dengan menggunakan lengan tangan tangan tanpa alat pelindung, dan kepiawaian menggunakan tongkat bela diri. Kesemuanya diperagakan oleh personil dijajaran kepolisian Resor Poso. Selain itu, acara tersebut juga diwarnai dengan taria-tarian daerah Poso.
Selain hiburan, Acara peringatan Hut Bhayangkara tersebut juga di rangkai dengan upacara sederhana atas kenaikan pangkat satu tingkat bagi 1.119 personil dilingkungan Polres Poso. Mereka yang naik pangkat terdiri dari 4 orang berpangkat IPTU menjadi AKP, 1 orang berpangkat AIPDA menjadi AIPTU, 2 orang berpangkat BRIPKA menjadi AIPDA, 2 orang perpangkat BRIGADIR menjadi BRIGADIR KEPALA, 21 orang berpangkat BRIPTU menjadi BRIGADIR, dan 1068 orang berpangkat BRIPDA menjadi BRIPTU. Ditambah dengan 32 orang berpangkat BRIPDA menjadi BRIPTU dari satuan Brimob Polda Sulteng.
Kepolres Poso AKBP Adeni Muhan Dg Pabali, mempertegas bahwa kenaikan pangkat adalah suatu prestasi dan hasil kinerja, dedikasi selama ini. Menurutnya kenaikan pangkat bukan suatu pemberian dari pimpinan akan tetapi merupakan hasil kerja keras. “Pimpinan sangat mengharapkan kinerja kita, karena dengan kenaikan pangkat ini akan lebih menambah beban tugas dan tanggung jawab saudara,” ujarnya.
Selain itu, Adeni Muhan juga mempertegas komitmennya sebagai pimpinan Polri tertinggi di Poso. “Saya selaku Kapolres Poso, tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran maupun tindak pidana sekecil apapun, ini dimaksudkan guna membuat jera anggota yang lainnya untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku,” tekannya.
Seusai upacara, Polres Poso juga mengelar senjata api rakitan dan amunisi, yang diperoleh sepanjang tahun 2009, yakni sejak bulan Januari silam hingga memasuki bulan Juni.
Barang bukti tersebut terdiri dari 6 buah bom rakitan, 15 pucuk senjata api laras panjang, 8 pucuk senjata api laras pendek, dan 1414 butir amunisi berbagai caliber. Kesemuanya diperoleh baik dari hasil temuan, maupun penyerahan dari masyarakat.
Selain itu juga, dalam peringatan Hut Bhayangkara tersebut, Polres Poso juga mengakui bahwa mereka telah menyelesaikan 104 kasus dari 172 laporan polisi, atau sama dengan 60,46 persen penyelesaian kasus sejak bulan Januari lalu.
Senin, 29 Juni 2009
Bintek Penata usahaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Poso – Wakil Bupati Poso Abdul MuthalibRimi, SH.MH membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Tahun Anggaran 2009 Angkatan I kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsii Sulawesi Tengah Palu bertempat di Gedung Aula PGRI Kabupaten Poso, Senin, 29 Juni 2009
Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Drs. S. Songgo, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah Palu yang diwakili oleh Henrynaz, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di Lingukungan Pemerintah Daerah Kab. Poso, para undangan lainnya dan Peserta Bintek Penatausahaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Angkatan 1 Tahun 2009.
Laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Drs. Zainal Mapu menyampaikan bahwa kegiatan Bintek Penatausahaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Angkatan 1 Tahun 2009 sesuai dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan daerah, naskah kerjasama operasional pengembangan manajemen keuangan pemerintah daerah antara pemerintah daerah kabupaten poso dengan perwakilan badan pengawasan keuangan dan pembangunan provinsi sulteng Nomor : PRI-1548/1629/2009 tanggal 10 Juni 2009 dan Surat Keputusan Bupati Poso No. 188.45/1629/2009 tanggal 25 Juni 2009 tentang pembentkan panitia penyusunan laporan keuangan SKPD tahun 2009.
Adapun tujuan kegiatan Bintek kali ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan keuangan daerah guna terlaksananya tugas pokok dengan baik dan menghindari penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan, mengetahui informasi mengenai permasalahan pada bendahara dan PPK dalam pengelolaan keuangan di unit kerja masing-masing. Dengan demikian maka peserta diharapkan mampu untuk memahami mekanisme pengelolaan keuangan daerah agar tugas pokok dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif, mengetahui secara penyusunan laporan keuangan SKPD yang terdiri dari Laporan realisasi anggaran, Neraca dan catatan atas laporan keuangan termasuk laporan semester dan prognosisnya serta dapat mengetahui tata cara pemungutan pajak-pajak Negara dan tariff yag harus dikenakan. Zainal Mapu juga mengatakan bahwa peserta Bintek Angkatan I kali ini diikuti dari seluruh kantor kecamatan se kabupaten poso sebanyak 18 kecamatan yaitu para bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan keuangan yang berjumlah 36 orang, dari seluruh kantor kelurahan sekabupaten poso sebanyak 23 kelurahan yaitu para bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan keuagan yang berjumlah 46 orang dan peserta dari dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah sebanyak 2 orang jadi jumlah keseluruhan peserta sebanyak 84 orang, dan rencananya akan dilaksanakan bintek yang sama angkatan II yang akan diikuti oleh Bendahara pengeluaran dan PPK PPK seluruh badan, dinas dan Kantor ditambah dengan puskesmas dan cagan dinas pendidikan dan pengajaran kab. Poso. Pelaksanaan bintek kali ini dimulai tanggal 29 juni s/d 2 juli 2009 selama 4 hari
Sementara itu Wakil Bupati Poso Abdul Muthalib Rimi, SH.MH dalam sambutanya menyampaikan Bimbingan teknis penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan Keuangan SKPD adalah suatu kegiatan atau pekerjaan yang penting dan tidak mudah. oleh karena itu sangat diharapkan kepada pemateri dapat menyampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami sehingga dengan mudah dikerjakan dan dlaksanakan oleh para peserta Bintek dari kecamatan dan kelurahan yang diikuti oleh bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan karena saat ini sudah menjadi SKPD sendiri, dan harus bersungguh-sungguh memperhatikan materi yang diajarkan jangan hanya sekedar datang, duduk, diam dan mendegar tanpa sanggup mencerna apa yang disampaikan.
Wakil Bupati juga mengatakan bahwa adapun tujuan pelaksanaan bintek Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Tahun Anggaran 2009 adalah meningkatkan kompetensi sumber daya yang dimiliki sebagai aparatur Pemerintah Daerah. Meningkatkan wawasan dan keterampilan pegawai selaku bendahar pengeluaran dan sebagai pejabat piƱata usaha keuangan.Pemda dan Keuangan Negara. Pengetahuan yang didapatkan nantinya akan berfungsi sebagai alat control dalam melaksanakan tugas yang baik.
Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Drs. S. Songgo, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah Palu yang diwakili oleh Henrynaz, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di Lingukungan Pemerintah Daerah Kab. Poso, para undangan lainnya dan Peserta Bintek Penatausahaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Angkatan 1 Tahun 2009.
Laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Drs. Zainal Mapu menyampaikan bahwa kegiatan Bintek Penatausahaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Angkatan 1 Tahun 2009 sesuai dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan daerah, naskah kerjasama operasional pengembangan manajemen keuangan pemerintah daerah antara pemerintah daerah kabupaten poso dengan perwakilan badan pengawasan keuangan dan pembangunan provinsi sulteng Nomor : PRI-1548/1629/2009 tanggal 10 Juni 2009 dan Surat Keputusan Bupati Poso No. 188.45/1629/2009 tanggal 25 Juni 2009 tentang pembentkan panitia penyusunan laporan keuangan SKPD tahun 2009.
Adapun tujuan kegiatan Bintek kali ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan keuangan daerah guna terlaksananya tugas pokok dengan baik dan menghindari penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan, mengetahui informasi mengenai permasalahan pada bendahara dan PPK dalam pengelolaan keuangan di unit kerja masing-masing. Dengan demikian maka peserta diharapkan mampu untuk memahami mekanisme pengelolaan keuangan daerah agar tugas pokok dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif, mengetahui secara penyusunan laporan keuangan SKPD yang terdiri dari Laporan realisasi anggaran, Neraca dan catatan atas laporan keuangan termasuk laporan semester dan prognosisnya serta dapat mengetahui tata cara pemungutan pajak-pajak Negara dan tariff yag harus dikenakan. Zainal Mapu juga mengatakan bahwa peserta Bintek Angkatan I kali ini diikuti dari seluruh kantor kecamatan se kabupaten poso sebanyak 18 kecamatan yaitu para bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan keuangan yang berjumlah 36 orang, dari seluruh kantor kelurahan sekabupaten poso sebanyak 23 kelurahan yaitu para bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan keuagan yang berjumlah 46 orang dan peserta dari dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah sebanyak 2 orang jadi jumlah keseluruhan peserta sebanyak 84 orang, dan rencananya akan dilaksanakan bintek yang sama angkatan II yang akan diikuti oleh Bendahara pengeluaran dan PPK PPK seluruh badan, dinas dan Kantor ditambah dengan puskesmas dan cagan dinas pendidikan dan pengajaran kab. Poso. Pelaksanaan bintek kali ini dimulai tanggal 29 juni s/d 2 juli 2009 selama 4 hari
Sementara itu Wakil Bupati Poso Abdul Muthalib Rimi, SH.MH dalam sambutanya menyampaikan Bimbingan teknis penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan Keuangan SKPD adalah suatu kegiatan atau pekerjaan yang penting dan tidak mudah. oleh karena itu sangat diharapkan kepada pemateri dapat menyampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami sehingga dengan mudah dikerjakan dan dlaksanakan oleh para peserta Bintek dari kecamatan dan kelurahan yang diikuti oleh bendahara pengeluaran dan pejabat penatausahaan karena saat ini sudah menjadi SKPD sendiri, dan harus bersungguh-sungguh memperhatikan materi yang diajarkan jangan hanya sekedar datang, duduk, diam dan mendegar tanpa sanggup mencerna apa yang disampaikan.
Wakil Bupati juga mengatakan bahwa adapun tujuan pelaksanaan bintek Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Tahun Anggaran 2009 adalah meningkatkan kompetensi sumber daya yang dimiliki sebagai aparatur Pemerintah Daerah. Meningkatkan wawasan dan keterampilan pegawai selaku bendahar pengeluaran dan sebagai pejabat piƱata usaha keuangan.Pemda dan Keuangan Negara. Pengetahuan yang didapatkan nantinya akan berfungsi sebagai alat control dalam melaksanakan tugas yang baik.
Rabu, 17 Juni 2009
Peresmian Pasar Sentral Siwagi Lemba Tentena

Bupati Poso Resmikan Penggunaan Pasar Sentral Siwagi Lemba Tentena
Poso - Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang meresmikan Penggunaan Pasar Sentral Siwagi Lemba Tentena Kecamatan Pamona Utara yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti, dan pengguntingan pita dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Poso Ny. Elen Inkiriwang Pelealu bertempat di halaman Pasar Sentral Siwagi Lemba Tentena, Rabu, 17 Juni 2009.
Dihadiri Oleh Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Camat Pamona Utara dan Unsur Muspika Kecamatan, Tokoh Agama serta undangan lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Poso dalam laporannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdangan Kab. Poso Drs. A. Ranonto mengantakan Pembangunan baru pasar sentral siwagilemba tentena dikarenakan kondisi pasar tentena yang lama dengan areal yang ada sangat terbatas yang tidak mungkin lagi akan dikembangkan dibanding dengan makin bertambahnya jumlah pedagang yang ada, dan terbangunnya pasar sentral ini adalah merupakan solusi nyata untuk membantu masyarakat dalam berbagai masalah sosial dan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru dan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian dan kerajinan masyarakat di daerah ini serta mutlak dilasanakan pembangunnaya karena kota tentena adalah kota tujuan wisata yang sudah dikenal sampai kemancanegara.
Disamping itu Drs. A. Ranonto juga menyampaikan bahwa pembangunan fisik pasar sentral siwagi lemba tentena ini telah dimulai sejak tahun anggaran 2003 sapai pada tahun anggaran 2009 dan sarana fisik yang sudah dan sedang dalam penyelesaian adalah petak permanen 180 petak, petak darurat 100 petak, los penjualan ikan basah 1 unit, los penjualan sayur-sayurasn 1 unit, pos penjagaan 1 unit, MCK 2 unit, pagar depan dan keliling, drainase, tempat parkir dan bak sampah, pekerjaan penimbunan , pekerjaan taman, instalasi air bersih dari PDAM, Instalasi Listrik sudah masuk dan terpasang namun belum berfungsi karena meteran belum terpasang karena kewenangan pihak PLN, dan los penjualan daging khusus 1 unit sementara dalam penyelesaian. Dan Pembiayaan seluruh sarana pasar sentral tentena ini termasuk biaya pembebasan tanah yang dianggarkan melalui APBD kabupaten poso sejak tahun 2003 s/d 2009 berjumlah Rp. 8.583.868.000.
Drs. A. Ranonto juga mengatakan bahwa terdapat 10 pedagang saudara kita dari pasar sentral poso yang dahulunya adalah pedagang di pasar tentena lama, akan tetapi ada 26 orang pedagang yang mempunyai surat izin pemakaian tempat namun karena petak yang belum mencukupi maka 10 pedagang inilah yang didahulukan dan sisaya diprioritaskan pada petak bangunan yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2010.
Sementara itu Bupati Poso dalam sambutannya meyampaikan bahwa selamat atas keberhasilan saudara-saudara sekalian atas selesainya pembangunan pasar ini merupakan wujud dan perhatian kita terhadap pelayanan kemasyarakatan agar mempermudah pelayanan kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan keseharian serta merupakan wadah untuk terciptanya interaksi sosial antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya juga memberi dorongan tersendiri bagi masyarakat kelurahan pamona bahkan seluruh masyarakat kecamatan pamona dalam meberikan partisipasi secara aktif terhadap pembanguan dimasa datang. Ini dilakukan agar pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat terutama di desa/kelurahan yang selama ini terkesan seakan-akan diabaikan namun dalam basis kekuatan pembangunan kedepan perlu diberdayakan agar semakin kuat dalam pembangunan dirinya sendiri dan pada gilirannya partisipasi masyarakat itu terhadap pembangunan daerah akan semakin nyata.
Diakhir sambutannya Bupati poso juga mengatakan bahwa peresmian pasar siwagi lemba tentena ini membuktikan bahwa wilayah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan tidak lain, hal ini dapat terlaksana dikarenakan adayan kebersamaan dan persatuan yang kuat seluruh masyarakat diwilayah ini, namun perlu ditegaskan bahwa biasanya kondisi dalam lokasi pasar tidak lepas dari ketidakteraturan, baik penempatan para pedagang, pemenuhan kewajiban pedagang, dan yang terpenting adalah K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan) yang harus betul-betul diperhatikan, dan mungkin sanitasi pasar menggunakan model baru yaitu pembuangan air limah dibuatkan satu kolam dan akan diolah agar supaya tidak mencemari danau Poso.
Setelah peresmian, Bupati Poso didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Poso bersama rombongan meninjau dan berdialog langsung dengan para pedagang/penjual sayur-mayur, ikan, daging, kue-kue dan lainnya di lokasi pasar, serta mencicipi langsung kue-kue hasil jualan
Langganan:
Postingan (Atom)
